Bilangan negatif merupakan salah satu konsep dasar dalam matematika yang penting untuk dipahami oleh para siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar. Pemahaman ini menjadi fondasi bagi pembelajaran berbagai materi matematika lainnya yang lebih kompleks. Penggunaan bilangan negatif tidak terbatas pada angka semata, tetapi juga banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengukuran suhu, perubahan keuangan, hingga arah gerak.
Untuk lebih memahami konsep bilangan negatif, mari simak ilustrasi berikut. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, suhu di Kota Jambi tercatat sebesar 25°C, sementara di kawasan Dieng, suhu mencapai 1°C di bawah nol derajat. Suhu di Jambi ditulis sebagai +25°C karena berada di atas nol, sedangkan suhu di Dieng ditulis sebagai -1°C karena berada di bawah nol. Angka nol dalam konteks ini menjadi titik acuan untuk menentukan apakah suhu tersebut termasuk bilangan positif atau negatif.
Dalam garis bilangan, bilangan positif terletak di sebelah kanan angka nol, sedangkan bilangan negatif berada di sisi kiri. Maka, semakin ke kiri dari nol, nilainya semakin kecil. Misalnya, -5 memiliki nilai yang lebih kecil dari -2.
Pengertian Bilangan Negatif
Bilangan negatif adalah angka-angka yang nilainya lebih kecil dari nol. Berbeda dengan bilangan cacah seperti 0, 1, 2, dan seterusnya, bilangan negatif memiliki tanda minus (-) di depannya. Contoh bilangan negatif antara lain: -1, -2, -3, -4, -5, dan seterusnya. Penulisan ini menunjukkan bahwa bilangan tersebut berada di bawah titik nol dan tidak bisa dianggap sebagai bagian dari bilangan cacah atau bilangan asli.
Contoh penulisan urutan bilangan negatif: …, -6, -5, -4, -3, -2, -1. Semakin ke kiri dalam urutan tersebut, nilainya semakin mengecil.
Perbandingan Bilangan Negatif
Untuk membandingkan dua bilangan negatif, kita menggunakan tanda lebih besar dari (>) dan lebih kecil dari (<). Berikut contoh perbandingannya:
-
-2 > -5 (karena -2 lebih dekat ke nol)
-
-6 < -4 (karena -6 lebih jauh dari nol)
-
-25 > -50 (karena -25 lebih besar dari -50)
Aturan Operasi Bilangan Negatif
Dalam perhitungan matematika, terdapat beberapa aturan yang berlaku ketika berhadapan dengan bilangan negatif. Berikut adalah rumus dasar yang perlu diingat:
-
Negatif (-) bertemu negatif (-) dalam perkalian → hasilnya positif (+).
Contoh: (-2) × (-3) = +6 -
Negatif (-) bertemu positif (+) dalam perkalian → hasilnya negatif (-).
Contoh: (-2) × (+3) = -6 -
Positif (+) bertemu positif (+) dalam perkalian → hasilnya tetap positif (+).
Contoh: (+2) × (+3) = +6 -
Positif (+) bertemu negatif (-) dalam perkalian → hasilnya negatif (-).
Contoh: (+2) × (-3) = -6 -
Penjumlahan antara bilangan negatif → hasilnya tetap negatif.
Contoh: (-4) + (-5) = -9 -
Jika bilangan negatif lebih besar secara absolut dibandingkan bilangan positif yang dijumlahkan dengannya, maka hasilnya negatif.
Contoh: (-7) + (+2) = -5 -
Pembagian antara dua bilangan negatif → hasilnya positif.
Contoh: (-8) ÷ (-2) = +4 -
Pembagian antara bilangan negatif dengan bilangan positif → hasilnya negatif.
Contoh: (-10) ÷ (+2) = -5
Kesimpulan
Bilangan negatif adalah bagian penting dalam pembelajaran matematika dasar yang harus dipahami sejak dini. Penggunaannya meliputi berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi dasar bagi operasi matematika lanjutan. Dengan memahami letak bilangan negatif pada garis bilangan, cara membandingkan nilai, serta rumus perhitungannya, siswa dapat lebih siap untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang kompleks di masa depan.