Warga Nyaris Kecelakaan di Jembatan Manjangloe Jeneponto, Diduga Proyek Perbaikannya Tak Sesuai Perencanaan

  • Whatsapp

CAKRAWALAinfo.id, JENEPONTO– Jembatan yang berada di kelurahan Manjangloe Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto kini nyaris memakan korban.

Pasalnya, jembatan tersebut sempat ambruk akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu hingga akhirnya diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BJN).

Namun sayangnya, hasil perbaikannya diduga tidak sesuai perencanaan awal  sebab terlihat hasilnya posisi dekker tampak berada di badan jalan dan bukannya di bahu jalan.

Subair, salah seorang warga yang melintas dijalan tersebut sempat mengeluhkan terkait hasil perbaikan dari Proyek Jembatan Manjangloe. Menurutnya, perencanaan perbaikan itu sudah menyalahi aturan, sebab, dapat hasil perbaikannya diduga dapat mencelakai warga yang melintas.

“Warga yang nyaris celaka ini menilai adanya aroma “menyalahi aturan perencanaan awal yang tidak sesuai, sebab posisi dekker yang mencolok di badan jalan  dan terdapat retakan pada sisi lapisan cor atau taludnya,” kata Subair kepada Cakrawalainfo.id, Senin (6/9/21).

Dugaan SB juga adanya menyalahi aturan jalan nasional yang tidak mengacu pada kerangka acuan kerja yang telah ditetapkan. “Saya yakin ini tidak mengacu pada kerangka kerja, ” ungkapnya

Lebih lanjut, dia juga menduga bahwa sejumlah nama kontraktor jadi target investigasi terkait konstruksi jembatan tersebut, salah satu yang mencuat seorang kontraktor inisial KRL.

“Jangan  nunggu ada korban jiwa bos baru mau ambil tindakan, ini jelas-jelas memiliki potensi besar mencelakai pengguna jalan,” terang Subair

Terpisah, Kepala Kelurahan Manjangloe M Ilham Lewa mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui pasti  masalah pekerjaan tersebut. Sebab, kata dia, pihak pelaksana pekerjaan tersebut tidak melaporkan ke pihaknya sebagai pemerintah setempat.

“Saya tidak tahu masalah pekerjaan itu, karena mereka saja tidak melaporkan ke saya pada saat pengerjaan proyek itu,” katanya

Dari pantauan dilokasi, terlihat sejumlah warga yang enggan membersihkan sebuah tanda kehati-hatian di seputar jalan itu. Menurut warga setempat hal itu mereka lakukan karena khawatir terjadi kecelakaan akibat dekker yang berada di badan jalan.

Penulis:Pupung

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *