Waduh! Ternyata Ada Perangkat Desa di Jeneponto yang Diduga Tak Berijazah

oleh -
Kantor Desa Jombe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto

CAKRAWALAINFO,id, JENEPONTO–Saat ini kebanyakan perangkat desa di Kabupaten Jeneponto diketahui tidak pernah mengenyam pendidikan. Kalau pun berpendidikan, tidak sedikit yang hanya memiliki ijazah SMP bahkan hanya setingkat Sekolah Dasar (SD).

Diketahui, kebanyakan dari mereka hanya karena ketokohan yang dimiliki sehingga orang tersebut diangkat untuk menduduki posisi perangkat desa. Selain itu, di Kabupaten Jeneponto, diduga masih ada perangkat desa yang hanya mengantongi ijazah SD dan SMP.

Hal tersebut bertentangan dengan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. Dimana, berdasarkan undang – undang desa tersebut, pendidikan minimal aparat desa adalah SMA atau sederajat.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Jusmaedi diduga mengangkat perangkat desa tanpa menggunakan ijazah.

Dua orang yang diangkat tanpa menggunakan ijazah tersebut, bernama Lenteng dan Jumarang.

Lenteng merupakan Kepala Dusun Muncu – Muncu, sedangkan Jumarang adalah Kepala Dusun di Jombe Utara, Kecamatan Turatea.

Diketahui, keduanya sudah lama menjabat sebagai Kadus di Desa Jombe. Lenteng dan Jumarang diduga tak memiliki ijazah minimal sesuai yang dipersyaratkan yakni ijazah SMA.

Dugaan tersebut diujarkan oleh salah seorang warga setempat berinisial SP, kepada CAKRAWALAINFO,id, Sabtu (30/5/2020), terkait adanya oknum Kadus yang diduga tidak punya ijazah.

SP mengatakan, bahwa dua oknum Kadus tersebut diduga tidak mempunyai ijazah SMA. Saat ini, keduanya tengah menjabat sebagai Kadus di desa setempat.

“Dua kepala dusun di desa Jombe tidak punya ijazah, Lenteng Kadus Muncu – Muncu sudah lama jadi kepala dusun, sedangkan Jumarang sudah menjabat selama satu tahun,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan.

SP juga menyayangkan ucapan yang dilontarkan oleh Jumarang Kadus Jombe Utara, yang bernuansa ‘Sok Jago’.

“Jumarang, Kadus Jombe Utara, na bilang begitu, siapa yang berani kasih keluarka,” ungkapnya.

Sementara, kata SP, Lenteng mempunyai istri dua. Lenteng kerap tinggal di Jombe Selatan rumah istrinya. Dia khawatir, jika terjadi masalah pada warganya, Kadus tersebut tidak tau pucuk persoalan.

“Yang ke-dua, Lenteng dua istrinya, tinggal di Jombe Selatan. Bagaimana mau na tau warganya kalo ada masalah. Lenteng paling parah, karena dia tidak ada ijazahnya,” terangnya.

Dia mengatakan, bahwa saat pembagian beras, banyak warganya tidak dapat. Lenteng hanya memprioritaskan pada keluarganya.

“Seandainya bagus juga caranya bagi bagus nih, itu kodong banyak orang tidak dapat. Ini keluarganya doubel dapat beras,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak terkait yakni Kepala Desa Jombe, Jusmaedi.

 

Penulis. : Muhajir Aditama
Editor.    : Syam

© | CAKRAWALAINFO.id. 2020