Tega, Pasangan Terlarang Ini Buang Bayi Hidup di Kolam

oleh -
Tega, Pasangan Terlarang Ini Buang Bayi Hidup di Kolam
Ilustrasi

CAKRAWALAINFO.id, SUMEDANG — Seorang perempuan berinisial YY (18) tega membuang bayi hasil hubungan terlarang dengan pacarnya berinisial AO (17) di saluran air Tol Cisumdawu, di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Bayi yang dibuang itu masih dalam keadaan hidup. Bayinya dibuang pada Kamis (10/10/2019) pagi sekira Pukul 07.00 WIB.

 

Baca juga : Mengenal Pisau Kunai Ala Naruto yang Lukai Wiranto

 

Itu terletak di Dusun Cibawang RT 01 RW 10, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Hal itu disampaikan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo. Satreskrim berhasil mengamankan ibu dan ayah dari bayi malang ini.

“Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, telah diamankan satu orang perempuan bernama YY (18) yang diduga pelaku pembuangan bayi dan satu orang laki-laki bernama AO (17) sebagai pacar dari terduga pelaku,” jelasnya.

Hartoyo menjelaskan berdasarkan keterangan YY ia melahirkan bayinya di kolam dekat rumahnya.

“Pelaku merasakan ingin buang air besar dan ke WC, namun ia melihat flek. Kemudian pelaku keluar dari dalam rumah menuju kolam di dekat rumahnya. Lalu pelaku duduk di dekat kolam dengan posisi kaki setengah menyilang, kemudian pelaku melahirkan seorang bayi laki-laki,” ungkapnya.

Setelah itu pelaku menggendong bayi tersebut dengan tangan kanan dan pelaku mengambil dua helai daun pisang dan membungkus bayi yang dilahirkan dengan daun pisang tersebut.

“Lalu, pelaku menyimpan bayi tersebut di selokan yang berada di dekat proyek Tol Cisumdawu,” ujar dia dilansir detikcom.

Tindakan mereka berhasil terbongkar saat kedua orangtuanya menemukan ceceran darah di dekat kolam dan juga kamar mandinya.

“Ditemukan ada bekas darah di pinggir tembok kolam miliknya, kemudian setelah ditelusuri ditemukan bayi di saluran air pinggir Tol Cisumdawu,” jelasnya.

Bayi itu langsung dibawa ke Puskesmas Rancakalong dalam kondisi hidup

Di sana, bayi itu mendapatkan penangangan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Bidan Puskesmas bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki namun bayi tersebut mengalami aspiksi atau gangguan sesak (sewaktu lahir tidak menangis),” kata Hartoyo.

 

Baca juga : Insiden Di Pandeglang, Menelan 4 Korban

 

Dari hasil pemeriksaan bayi itu diduga baru dilahirkan dua jam sebelum ditemukan.

“Bayi tersebut lahir diperkiran kurang lebih dua jam sebelum ditemukan, bayi tersebut ditemukan dengan tali pusar sudah dalam keadaan lepas. Saat ini bayi dibawa ke RSUD Kabupaten Sumedang untuk dilakukan perawatan,” ujarnya.

Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019