Sugianto Meninggal Dalam Sel Polres Bantaeng, Dugaan Dianiaya Oknum Polisi

oleh -
Sugianto Meninggal Dalam Sel Polres Bantaeng, Dugaan Dianiaya Oknum Polisi
Sugianto, salah satu residivis yang tewas di Bantaeng |
Loading...

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Penembakan kembali terjadi di Kabupaten Bantaeng, Jumat (7/11/2019) lalu. Korban bernama Sugianto.

Sugianto (Anto) (23) meninggal dunia akibat pendarahan luka tembak pada kakinya, dan muka benjol diduga bekas pukulan.

Teti adalah mertua Sugianto di hadapan Cakrawalainfo.id di kediamannya kampung Borkal Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Rabu (13/11/2019) mengatakan, sebelum keluar dari rumah saat Almarhum  menerima telpon, Jumat (8/11/), usai salat magribh, Sugianto alias Anto minta pamit pada mertua dan Istrinya mau keluar.

 

Baca juga : AKBP Adip Rojikan Jadi Kabid Humas Polda Maluku Utara, Ini Pesan Wakapolres

 

“Karena ada temannya menunggu di salah satu warkop dari Galesong Takalar,” kata Teti.

Pada malam yang sama, sekira pukul 2.30 dini hari berkisar 5 orang.

Anggota Polres Bantaeng menyambangi kediamannya, bahkan meraka tanpa menunjukkan surat tugas.

Maksud dan tujuan memanggil Iin Ramadhani istrinya Anto, sembari bertanya mau di bawah kemana pak, oknum polisi menjawab ikut saja nanti di Kantor baru diceritakan,” jelas Teti.

Pada malam itu juga, Iin Ramadhani kembali kerumah diantar oknum polisi itu. ungkap Teti.

Iin bercerita sama ibunya Teti, Suaminya ditangkap polisi, dia mendengar suara teriakan suaminya, dalam pos lantas dilampu merah.

“Saya ingin ketemu suamiku, Namun oknum polisi melarang ketemu, malah saya disuruh Jongkok disamping mobilnya” kata Iin kepada Ibu kandungnya Teti.

Keesokan hari, Sabtu (9/11) sekira pukul 6.30 kami mendengar hanya berita buruk. Anak mantunya itu dikabarkan meninggal dunia, mayatnya terkapar di RSUD Makkatutu Bantaeng.

Mertua dan Istrinya bersama keluarganya ke RSUD Bantaeng, melihat Anto yang sudah terkapar diatas tempat tidur dalam keadaan sudah meninggal dunia. kata Teti.

 

Baca juga : Bupati Bantaeng Ajak Tanamkan Semangat Kepahlawanan

 

” kasian anak mantu saya waktu dimandikan kepalanya agak lembek dan sekujur tubuhnya luka memar termasuk bagian muka dan leher Almarhum,” kata Teti.

Senada Aan (16) adalah adik ipar Almarhum dihadapan CAKRAWALAinfo.id mengatakan, saya sedang bermain di jalan Borkal Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, tiba tiba ada sekelompok anggota Polres langsung menyergap melakukan main brutal memukul.

“Tanpa saya ketahui apa persoalan memaksa untuk ikut naik di mobilnya, setelah sampai di Pos terpadu lampu merah simpang empat depan kantor Pom Bantaeng, saya diikat kedua tangan pakai tali dan mata saya ditutup pakai kain” tutur Aan.

Tak hentinya saya disiksa pukulan balok hingga patah, sambil memperlihatkan bekas memar di bagian muka dan kakinya, ungkap AAN.

“Sesampai di kantor Polres langsung dijebloskan ketahanan polres Bantaeng selama 4 hari, termasuk tahanan luar,” tutur AAN.

 

Baca juga : Pelayanan RSUD Bobrok, Pasien di Bantaeng Tak Diberi Obat Hingga Fasilitas

 

Ia mengaku hanya menerima perilaku polisi melihat sang ipar tak sadarkan diri, dan dengan lumuran darah.

Almarhum sempat berteriak tak tahan kesakitan, dengan suara tolong, sakit, berikan saya obat, mati saya.

“Beberapa jam terakhir Anto tak menyadarkan diri, baru pihak petugas jaga memerintahkan para tahanan untuk mengangkat naik dimobilnya,” ucap Aan yang bercerita kronologis kejadian.

Dihari yang sama, pagi hari, Teti mendengar Anto meninggal dunia di Mapolres Bantaeng.

Cakrawalainfo.id menyambangi RSUD Makkatutu pada rabu 13/11/2019 siang, petugas UGD membenarkan adanya pasien yang terkena tembakan pada sebanyak 3 luka tembak bagian kakinya,

“Korban dibawah disini sudah sekarat nyawanya sisa Satu-Satu akhirnya meninggal, kita tak terlalu jauh memberikan keterangan karena Dokter nanti hari senin dia masuk,” ujar salah satu petugas di UGD.

 

Baca juga : Peringati HKN, Dinkes Bantaeng Helat Baksos Serentak 55 Titik

 

Sementara Kasat Reskrim Polres Bantaeng, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Haris Nicolaus dihadapan rekan Wartawan, mengatakan terkait penangkapan Sugianto (Anto).

Pelaku sudah lama menjadi target pencarian karena pelaporan yang kelima kalinya berbuat dengan kasus yang sama.

Kasus pencurian terjadi di Kantor DPRD Bantaeng dua kali.

Itu berupa Laptop 2 buah tahun 2018, dan uang tunai 8 juta tahun 2019.

“Kemudian kasus pencurian yang terjadi di SDN 5 Lembang Cina bulan mei 2018 sarana pendidikan 2 laptop dan Kamera Canon,” tukasnya.

Penulis  : Supriadi Awing
Editor    : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

Loading...