Seorang Guru Honorer Lumpuh Usai di Vaksin, Begini Tanggapan Pihak Dinkes Jeneponto

  • Whatsapp

CAKRAWALAinfo.id • JENEPONTO — Terkait dengan adanya informasi yang beredar yang mengabarkan bahwa seorang guru honorer di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, lumpuh dan tak berdaya.

Tenaga honorer tersebut, Irawati (36) merupakan warga Dusun Bontosunggu Selatan, Desa Bontomatene, yang kini harus terbaring di tempat tidur, usai disuntik vaksin tahap I di Puskesmas setempat pada 14 Juni 2021 kemarin.

Bacaan Lainnya

Wanita ini mengalami banyak keluhan setelah disuntik vaksin. Mulai dari, muntah-muntah, sekujur tubuh sakit, hingga tulang-tulang terasa remuk.

Menangapi hal tersebut informasi kelumpuhan yang dialami Irawati akibat usai di vaksin, Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinas Kesehatan Jeneponto, Suryanigrat mengatakan bahwa pihaknya telah mengikuti serangkaian prosedur vaksin yakni screening.

“Mengikuti prosedur yakni discrining oleh dokter (tidak ada masalah, yang bersangkutan memenuhi syarat untuk divaksin). Demikian saat diobservasi setelah vaksin tidak ada keluhan sehingga petugas membolehkan pulang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (23/06/2021) malam.

Surya Ningrat menjelaskan bahwa tanggal 20 Juni, Irawati datang ke Puskesmas setempat karena mengeluh sakit kepala, batuk, pusing hingga muntah setelah divaksin. Petugas kemudian memberikan obat sesuai gejala yang dialami Irawati.

“Tanggal 22 datang ke puskesmas sehubungan dengan keluhan yang dialami setelah diberikan obat oleh petugas pustu, namun tidak terjadi perubahan yakni mual, pusing, keram dan perut terasa terbakar,” jelasnya.

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 ini mengatakan bahwa dokter puskesmas juga telah mengobservasi Irawati selama 2 jam untuk memantau progres intervensi yang diberikan.

“Setelah observasi dokter puskesmas sarankan untuk dirujuk ke RS Lanto tapi pasien tidak bersedia dan hanya meminta obat kepada dokter, selanjutnya diantar pulang oleh ambulance puskesmas Bontomatene,” ungkapnya.

Lanjut, kata dia, pada tanggal 23 sekira pukul 15.00 Wita, petugas vaksinator mendatangi rumah pasien.

“Keadaan umum sudah membaik, vertigo sudah berkurang, dada sudah tidak panas lagi seperti yang dirasa sebelumnya, keram di tangan dan kaki juga sudah berkurang setelah menkomsumsi obat dari PKM,” terangnya.

Dia menyebut, berdasarkan hasil kajian bahwa pasien belum bisa dikategorikan sebagai KIPI atau Kejadian Ikutam Pasca Imunisasi vaksin Covid-19.

“Gejala batuk, demam, mual, muntah dan merasa kram adalah gejala simptomatik pada orang yang sudah divaksin (Hal yg wajar),” katanya.

“Tim Dinkes dan Puskesmas Bontomatene akan memantau kasus ini serta akan mengkonsultasikan ke komisi KIPI Provinsi Sulsel, untuk memastikan kejadian gejala yang dihadapi oleh pasien,” pungkasnya.

 

Penulis: Pupung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *