Selain Caleg Terpilih Dari Partai Nasdem, Polisi Juga Menetapkan 4 tersangka Lain

oleh -
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman, SH, S.Ik

CAKRAWALAINFO.id, JENEPONTO Tindak pidana korupsi Polres Jeneponto menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia tahap I Tahun 2016 yang di kelola bidang Bina Marga Dinas pekerjaan umum kabupaten Jeneponto.

Penetapan tersangka yang dilakukan Tipikor Polres Jeneponto terhadap legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem yang terpilih daerah pemilihan I (Binamu-Turatea), Abdul Malik, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia oleh pihak Tidpikor Polres Jeneponto.

Baca juga: BREAKING NEWS: Caleg Terpilih Dari Partai Nasdem Ditetapkan Tersangka Korupsi Jembatan Bosalia

 

Menurut Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP.Boby Rachman, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua atas nama tersangka. “Benar, tersangka merupakan caleg dari Partai Nasdem,” ujarnya.

Lebih lanjut menjelaskan, AMS sudah ditetapkan tersangka namun  belum dilakukan penahanan.

“Baru ditetapkan tersangka senin kemarin belum dilakukan penahanan, “Ujarnya ke CakrawalaInfo.id Selasa, (21/08/2019).

Proyek pembangunan jembatan Bosalia dengan jumlah PAGU anggaran 6.000.000.000.

Dan nilai kontrak sebesar 4.045.491.000 Perkara tersebut dilakukan proses penyidikan sejak bulan mei 2019, “Ungkap Boby.

Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor SP sidik/48/V/2019/Reskrim tanggal 21 mei 2019, Perbuatan tersebut menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 644.573.148.78.

Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

sebagaimana diubah dengan undang undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucapnya.

Baca juga: Selain Sabu, Dua Linting Ganja BB Milik Caleg PPP Turut Disita Polisi

 

Dari proses penyidikan penyidik telah memperoleh alat bukti yang sah untuk menetapkan tersangka.

“Dari proses penyidikan kita kenakan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang no 20 tahun 2011 tentang perubahan atas undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” tegasnya.

Selain caleg terpilih dari Partai Nasdem yang sekaligus mantan Kepala Dinas PU Jeneponto.

Polisi juga menetapkan 4 tersangka lainnya yang berdasarkan gelar perkara yakni, AA Selaku PPTK, RM selaku PPK, AS selaku bendahara pengeluaran dan MTT selaku pelaksana proyek.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019