Sebar Hoax Mahasiswa Makassar yang Tertabrak Tambora Meninggal Ditangkap

oleh -
Sebar Hoax Mahasiswa Makassar yang Tertabrak Tambora Meninggal Ditangkap
Pelaku, Irfan saat diamanakn di Polda Sulsel

CAKRAWALAINFO.id, MAKASSAR Pelaku penyebar hoax atau berita bohong berhasil diciduk Polisi.

Lantaran menyebar informasi mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) Makassar dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil taktis milik polisi.

Mahasiswa yang tertabrak mobil taktis polisi atau mobil tambora itu dikabarkan tewas, berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, pelaku ini menyebar yang tidak pasti alias hoaks di Facebook.

“Kita amankan penyebar informasi hoaks melalui Facebook, pelaku menulis di facebooknya,” kata Dicky Sondani kepada Media. Kamis (03/10/2019).

Semenrara status Irfan ini menulis di postingannya dengan ‘Innalilahi wainnailaihi TeLah Berpulang ke Rahmatullah Adinda kita Dicky Mahasiswa yg tertabrak mobil polisi’.

Diketahui, Dicky Wahyudi merupakan korban kecelakaan lalu lintas saat aksi demonstrasi anarkis berlangsung di Makassar pada Jumat (27/09) lalu.

“Kita tahu Dicky Wahyudi ini korban kecelakaan lalu lintas pada saat demonstrasi anarkis di Makassar Jumat Lalu. Padahal korban masih dirawat dan setiap hari keadaannya membaik,” imbuh Dicky.

Pelaku, Irfan (39) ini ditangkap oleh tim Cyber Crime Ditkrimsuus Polda Sulsel. Dirinya diciduk setelah postingan hoax yang dibuatnya beredar.

“Kami temukan bahwa pemilik akun Ippang Idrus, kita tangkap di Novotel Makassar yang mana dia juga salah satu karyawan di hotel itu,” tukasnya.

Saat dilakukan interogasi, pelaku mengaku mendapatkan informasi, kalau Dicky meninggal dari keluarganya juga.

“Jadi memang Irfan (pelaku) ini sangat dekat dengan Dicky meskipun bukan keluarga. Menurut keterangannya yang bersangkutan mendapat informasi dari tantenya, keluarga Dicky, macam-macam lah, akhirnya dia buat sendiri status itu lalu di upload ke Facebook,” tandas Komisaris Besar ini.

“Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 45A ayat 2 jo UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar,” tegasnya.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019