Salah Seorang KPM di Jeneponto Merasa Dirugikan oleh Pendamping PKH di Wilayahnya

  • Whatsapp
Warga KPM, Supi.

CAKRAWALAinfo.id > JENEPONTO — Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna mensejahterahkan kehidupan rakyatnya, namun nampaknya masih ada saja oknum yang menyalahgunakan kepercayaan yang telah diamanahkan kepadanya.

Sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Dimana salah seorang yang dipercayakan sebagai Pendamping Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Aris diduga telah merugikan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bacaan Lainnya

Aris merupakan Pendamping PKH di wilayah Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto dan diduga telah merugikan salah seorang KPM di wilayahnya atas nama Supi.

KPM, Supi merasa dirugikan oleh Aris karena selama 2 bulan terakhir Supi tidak mendapatkan Bantuan Sosial PKH berupa beras, padahal bulan-bulan sebelumnya Supi lancar mendapatkan bantuan.

Supi mengaku bahwa, Kartu PKH miliknya telah diambil oleh si Pendamping, Aris sebelum masuk bulan puasa atau Ramadhan yang lalu dan setiap kali Supi meminta kartu tersebut kepada Aris si pendamping, Aris selalu mengatakan “tungguma bu”.

“Saya sudah 2 bulan tidak Bansos, kerena kartu PKH ku diambil oleh Aris pendamping PKH, setiap saya minta, alasannya tungguma bu,” ucapnya, Kamis (24/06/2021).

“Sebelum bulan puasa dia ambil saya punya kartu, tapi setelah dia kasih kembali kartuku saldonya tinggal Rp2500 rupiah isinya,” lanjut KPM, Supi.

Saldo yang tersisa Rp2500,- tersebut diketahui oleh KPM, Supi setelah dirinya mengecek ke BRI Link. Setelah mendapati saldo pada Kartunya tinggal Rp2500,- Supi kemudian membawa kartu miliknya ke Pendamping BPNT.

Namun, Pihak pengelola Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) wilayah setempat mengatakan bahwa “Saldo pada kartunya tidak cukup untuk mendapatkan beras”.

KPM, Supi lalu mengatakan “Dimana Saldo berasku kasihan ?” ucapnya sembari bersedih.

Terkait hal tersebut, Pendamping PKH wilayah Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Aris saat dihubungi Via Telepon sama sekali tidak memberikan respon.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi dari pihak terkait.

 

Penulis: Pupung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *