Salah Satu Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Kecamatan Bangkala Diduga Menyalahi HET !

  • Whatsapp
Ilustrasi

CAKRAWALAINFO.id, JENEPONTO — Toko Lundah Indah, salah satu toko pengecer pupuk bersubsidi yang berada di Kecamatan Bangkala, tepatnya Desa Punagayya, Dusun Baji’pamai yang diduga telah menyalahi Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap Harga Pupuk Bersubsidi yang telah ditentukan oleh Pemerintah.

Dalam Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) No. 49 Tahun 2020, telah ditentukan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Pupuk UREA naik menjadi Rp 2.250/kg yang sebelumnya Rp1.800/kg, Pupuk SP-36 menjadi Rp 2.400/kg dari semula Rp2.000/kg, harga pupuk  ZA menjadi Rp 1.700/kg, NPK menjadi Rp 2.300/kg, NPK formula khusus menjadi Rp 3.300/kg, pupuk organik granul Rp 800/kg, serta pupuk organik cair Rp 20.000/liter, Namun, Pemilik Toko Lundah Indah, H. Mangka tidak mengindahkan peraturan tersebut.

Bacaan Lainnya

Terkhusus untuk Harga pupuk urea, yang dimana semula Rp 1.800/Kg itu kemudian naik menjadi Rp 2.250/Kg, jadi HET untuk pupuk UREA dalam 1 zak dengan berat 50Kg itu seharga Rp112.500,-/Zak, namun Pupuk UREA per 1 zak dijual oleh H. Mangka dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp2.800.-/Kg atau Rp140.000,-/Zak.

Salah satu warga setempet, Sudiri yang membeli pupuk UREA di toko H. Mangka itu kemudian mengaku mengeluh, lantaran harga yang diberikan tidak sesuai apa yang tertuang dalam Permentan No. 49 Tahun 2020.

Saya membeli pupuk UREA sebanyak 8 Zak, Harganya tinggi sekali pak, Rp140.000,- satu zak. Seharusnya kan Rp112.500,- satu zak, kenapa H. Mangka menjualnya Rp140.000,- satu zak,” ujarnya kepada Wartawan, Jum’at, (08/01/2021).

Saya mengeluh, karena harga pupuk yang dijual itu terlalu tinggi pak,” sambung Sudiri.

 

Penulis : Nawir | © Cakrawalainfo.id | 2021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar