Proyek Jembatan Manjangloe Jeneponto Dinilai Misterius, Sumber dan Jumlah Anggarannya Tidak Transparan

  • Whatsapp

CAKRAWALAinfo.id, JENEPONTO– Proses pekerjaan perbaikan pasca ambruk di terjan banjir jembatan Manjangloe di Jeneponto kini mengundang pertanyaan banyak elemen masyarakat dan para pengguna jalan.

Pasalnya, konstruksi jembatan tersebut tidak lagi seperti kondisi awal sebelum diterjang banjir namun terlihat konstruksinya dipersempit.

Tak hanya itu, proyek pekerjaan jembatan yang sempat viral ini juga tidak dipasangi papan informasi (Papan Proyek) sehingga sumber anggaran, pelaksana serta satuan kerjanya pun tak diketahui.

Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan tersebut bernama Subair, turut prihatin dengan kondisi jembatan Manjangloe yang saat ini tidak memadai dari hasil perbaikan.

“Awalnya dekker yang berada di pinggir atau terletak sejajar dengan posisi talud dengan jarak sekitar kurang lebih 2 meter dari badan jalan sehingga tentunya ini akan membahayakan para pengguna jalan,” kata saat ditemui dilokasi tersebut, Rabu (15/9/21).

“Tapi setelah viral beberapa hari lalu, baru kita dipasangi garis (tanda-tanda) pada lokasi pekerjaan jadi perlahan ini dapat mengurangi resiko para pengguna jalan dan membantu jarak pandang para pengguna jalan,” tambahnya.

Selain itu, Subair juga menyayangkan terkait transparansi proyek pekerjaan jembatan tersebut. Hal itu dikarenakan sejak dalam proses pekerjaan dimulai tidak dipasangi papan informasi (Papan Proyek) sehingga sumber anggaran, pelaksana serta satuan kerjanya pun tak diketahui.

“Ini sangat luar biasa juga, jika memang pekerjaan jembatan ini barada pada wewenang Balai Jalan Nasional (BJN) Provinsi Sulawesi Selatan. Seharusnya pekerjaan ini menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten dan kota dari segi kualitas pekerjaan untuk sebagaimana proyeknya di transparankan anggarannya,” kata dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Jeneponto, Asdin Basoddin Aziz Beta, mengatakan, bahwa pihaknya sudah konsultasikan terkait proyek jembatan itu ke Balai Jalan Nasional (BJN).

“Kami sudah konsultasikan kemarin ke Balai Jalan Nasional, dan sudah direspon, nanti akan datang tim dari Balai melihat langsung kondisi jembatan tersebut,” katanya saat dimintai konfirmasi via sambung telpon.

Senada dengan pendapat warga, Kasatlantas Polres Jeneponto AKP Syahruddin juga mengatakan, bahwa proyek jembatan tersebut benar telah menyalahi aturan. Sebab, kata dia, dari hasil perbaikannya terlihat dapat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau dilihat memang salah dan menyalahi aturan yang ada, sebab dekker yang seharusnya berada diluar bahu jalan, sedangkan ini sudah berada di pinggir aspal dan masuk dibagian badan jalan, itu akan berpotensi membahayakan dan mengganggu para pengguna jalan,” terangnya.

Sekedar diketahui bahwa proyek perbaikan jembatan tersebut kini telah menuai banyak tanggapan miring.
Pihak Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto menyebut hasil pekerjaan memang diduga menyalahi teknis dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kemudian terkait masalah sumber anggaran pihak Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto pun tidak tahu menahu. Namun pihak PUPR Jeneponto hanya menyebut jika jalan poros Jeneponto – Makassar itu berada pada wewenang Balai Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan.

Informasi terakhir yang dirangkum, bahwa terpasangnya garis atau tanda-tanda pada pekerjaan itu karena diduga adanya perintah langsung dari Balai Jalan Nasional (BJN) Provinsi Sulawesi Selatan agar pekerjaan dihentikan sementara waktu sampai menunggu pihak pengawas datang ke lokasi.

Penulis:Pupung

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *