Proyek Jalan Cor di Bantaeng Tak Sesuai, PU Korupsi?

oleh -
Proyek Cor Beton di Bantaeng Salah Sasaran, Wabup Enggan Bertemu
Proses pengerjaan proyek jalan cor di Bantaeng.

CAKRAWALAINFO.com, BANTAENG – Proyek infrastruktur pengecoran jalan di Jalan Sungai Celendu, Kelurahan Malilingi, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan disinyalir asal-asalan.

Pasalnya proses pencampuran bahan baku pembuatan cor beton itu tidak sesuai dengan peruntukkannya. Dimana dalam video 1 menit 20 detik yang diterima Cakrawalainfo.com itu tidak sesuai materil yang digunakan para pekerja.

Dalam video tersebut memperlihatkan cara kerja yang tidak maksimal bagi buruh pada takaran materil. Dimana pengecoran itu dilakukan tanpa takaran.

Selain bekerja asal-asalan papan reklame proyek juga tak di perlihatkan kepada khalayak seperti pada umumnya.

Sementara, Ketua Pemuda LIRa Kabupaten Bantaeng, Yusdanar menyikapi proyek pengecoran Rabat Beton di jalan Sungai Celendu, kuat dugaan ada permainan kongkalikong atau korupsi berjamaah pihak tekait.

“Sangat disayangkan proyek pengecoran rabat beton itu yang diduga tidak memakai kerikil dan campurannya diperkirakan setengah sak semen Bosowa dan 8 gerobak pasir alias tanpa takaran” sesal Yusdanar. Jumat (9/8/2019).

Sementara Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKi) Kabupaten Bantaeng Andi Sofyan yang akrab disapa Karaeng Piang mengungkapkan hal senada. seharusnya Bupati Bantaeng segera mengambil tindakan proyek siluman yang marak bergentayangan diwilayah Kabupaten Bantaeng.

“Terrmasuk pengerjaan pengecoran rabat beton di Sungai Celendu yang campurannya diduga setengah sak Semen, 8 gerobak pasir,” Ungkap Andi Sofyan kepada Cakrawalainfo.com.

Menurut warga setempat, proyek pekerjaan pengecoran setapak itu dinilai bobrok. Hanya dengan menggunakan takaran campuran setengah sak semen dalam satu alat berat (molen) pasir dan tidak menggunakan batu kerikil.

“Menurut memang tidak pantas karena proses pencampuran bahan materilnya tidak sesuai. Dimana hanya menggunakan setengah sak semen, sementara pasirnya banyak juga tidak menggunakan batu kerikil,” ungkap salah seorang warga setempat itu.

Hal ini Kedua LSM tersebut menduga Kadis PU Kabupaten Bantaeng melakukan pembiaran.

“Atau mungkinkah ada kerjasama melakukan tindak pidana korupsi?,” tandas para Ketua LSM tersebut.

Penulis : Supriadi Awing
Editor : Poppy
© | CAKRAWALAINFO.com 2019