Polres Gowa Buka Posko Bantuan Sembako untuk Wamena dan Maluku

oleh -
Posko Bantuan Sembako
Posko Bantuan Sembako Polres Gowa |

CAKRAWALAINFO.id, GOWA — Aksi kerusuhan di Wamena membuat banyak publik mengetuk pintu hati, dengan kerusuhan di Wamena, ribuan orang pendatang di sana juga bertahap di pulangkan. Polres Gowa inisiasi membuka posko bantuan sembako.

Sementara dari pihak Kepolisian Resor Gowa berinisiasi membuka posko bantuan sembako untuk pengungsi Wamena dan korban gempa di Maluku.

 

Baca juga : Pemburu Landak di Tegal Dipolisikan, Ini Sebabnya!

 

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, mengatakan, sumbangan itu berupa pakaian layak pakai, makanan siap saji, obat-obatan, dan yang lainnya.

“Nantinya akan diserahkan ke Dinas terkait untuk disalurkan kepada masyarakat yang terkena bencana alam. Juga bantuan sembako di Wamena,” kata Kapolres Gowa. Senin (07/10/2019).

Pihaknya membuka pelayanan posko bantuan sembako ini dibuka setiap hari, itu juga dijaga oleh petugas piket yang siap menerima bantuan dari pihak instansi pemerintahan maupun swasta ataupun perseoranga dalam lingkup wilayah Kabupaten Gowa.

“Sejak dibukan, bantuan yang disalurkan hingga kini terus mengalir, semua bantuan itu akan di sortir dan di tujukan ke lokasi,

Tak hanya itu, pihak Polres Gowa memiliki posko bantuan sembako di seluruh jajaran Sektornya.

“Setiap bantuan posko sembako itu terletak di masing-masing Polsek, nanti semua diakamodir di Polres Gowa, selanjutnya kami mengirim secara langsung ke lokasi (Gempa Maluku, dan di Wamena, red)” tutupnya.

Diketahui, di sana, gempa susulan terus terjadi di Maluku pascagempa magnitudo 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019.BMKG mencatat sampai dengan Senin (7/10) pagi, lebih dari 1.000 gempa susulan terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi 1.149 kali gempa susulan dan 122 di antaranya dirasakan oleh warga.

 

Baca juga : Viral, Video Polantas Tendangi Driver Ojol di Bogor

Pada Senin (7/10), pukul 02.15 WIB, gempa M 3,4 dengan kedalaman 10 km masih terjadi dan dirasakan warga. Pusat gempa tersebut berada di laut sekitar 24 km timur laut Ambon. Namun demikian dilihat dari rangkaian gempa susulan, frekuensi cenderung turun.

“Sementara itu, korban meninggal dunia berjumlah 37 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor   : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019