Pembina SMAN 8 Jeneponto Di Duga Palsukan Data Siswa Untuk Ikut Pospeda di Makassar

oleh -
Data Siswa Emil Tri Andika di SMAN 8 Jeneponto

CAKRAWALAINFO.id,JENEPONTO -Aturan ketat diberlakukan Balai Pemuda dan Olahraga Sulsel saat menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren Daerah (Pospeda) 2019. Event tahunan yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang sejak tanggal 22-23 September 2019 kemarin, mewajibkan peserta adalah santri pondok pesantren (ponpes) bukan dari sekolah dari luar.

Namun ada yang aneh, peserta yang mewakili dari Jeneponto diduga lakukan pemalsuan Data siswa yang dilakukan oleh Gurunya. Pasalnya Siswa yang yang mengikuti ajang tersebut merupakan siswa SMAN 8 Jeneponto, Bukan dari sekolah Madrasah yang mengutusnya.

Sekretaris Umum Ikatan pencak silat Indonesia cabang Jeneponto Adriani mengungkapkan merasa keberatan atas pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh seorang guru dan pelatih yang membawa siswa ikut pertandingan dalam ajang Pospeda tersebut.

Menurutnya, Guru yang bernama Irwan merupakan guru Pembina SMAN 8 Jeneponto bukan Pelatih pencak silat yang legalistasnya di pertanyakan atau tidak memeiliki sertifikat .

Diketahui Emil Tri Andika merupakan siswa SMAN 8 Jeneponto yang mengikuti Pospeda bukan sekolah di Pesantren.

“Saya sebagai sekum Ipsi cabang Jeneponto merasa keberatan dengan adanya pemalsuan biodata siswa, seharusnya Siswa yang mengikuti Pospeda di asrama sudiang itu berlatar belakang dari siswa pondok pesantren bukan dari sekolah SMAN,”Ungkap Adriani ke CakrawalaInfo.id, Rabu, (25/09/2019).

Ia juga menambahkan Pospeda tersebut kesempatan bagi para santri untuk bisa menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya guna menggali bakat yang telah dimilikinya, Tidak hanya itu, Pospeda ini juga merupakan kesempatan bagi pemangku pondok pesantren (Ponpes) untuk dapat memanfaatkannya  sebagai media dan wahana dalam menggali potensi minat bakat santri yang telah dididiknya.

“Sehingga bisa dikatakan Pospeda juga menjadi salah satu bukti bahwa pesantren juga ikut dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten,” beber Adriani .

Oleh karenanya, untuk bisa berpartisipasi dalam Pospeda, harus diadakan seleksi dan mengutus nama siswa yang bersekolah di pesantren bukan malah sebaliknya mengambil siswa dari SMAN,”ucapnya.

“Harusnya diadakan seleksi tingkat Kabupaten atau Kementerian Agama, supaya bisa berpartisipasi dalam ajang tersebut, bukan mengambil siswa dari luar Pesantren, Jadi saya selaku sekum Ipsi tidak bisa menerima hal ini karena sudah merusak nama baik perguruan, apalagi nama baik Kabupaten Jeneponto,”pintanya.

Ia juga menambahkan akan melayangkan protes ke Panitia pelaksana tingkat Provinsi dan Nasional.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor : Aggil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019