Pelayanan RSUD Bobrok, Pasien di Bantaeng Tak Diberi Obat Hingga Fasilitas

thumbnail

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG Salah seorang pasien rujukan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Bantaeng merasa dirugikan pihak RSUD.

Pasalnya, pihak pasien mengaku diberikan mandat atau rujukan oleh salah seorang dokter ke RSUD Makkatutu Bantaeng agar dapat berobat.

 

Baca juga : Bupati Bantaeng Ajak Tanamkan Semangat Kepahlawanan

 

Namun, pihak RSUD Makkatutu Bantaeng tak memberi obat bahkan pihak pasien mengaku dipulangkan.

Pihak keluarga menyebut, mandat atau rujukan perawatan itu langsung diberikan oleh dr Andi Ihsan.

Pasien diketahui adalah Bulan (60), warga Dusun Palanjong, Desa Tombolo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bantaeng.

Pasien ini mengaku tak diberi pelayanan FKTP oleh pihak RSUD Bantaeng.

“Sejak pagi hingga siang menunggu tidak dapat pengobatan sama sekali, sehingga kami pulang tanpa diberi obat untuk pasien,” jelas Rusdi anak kandung pasien.

 

 

Pelayanan RSUD Bobrok, Pasien di Bantaeng Tak Diberi Obat Hingga FasilitasPasien rujukan FKTP di RS Bantaeng |

 

Bulan mengalami penyakit diagnosanya Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus With Other Specified Complications.

“Saya antar orang tua ke RSUD Bantaeng itu berdasarkan Rujukan dari FKTP dr. Andi Ihsan tertanggal 8 Nopember 2019, tetapi setelah sampai di RSUD, Kami selaku pasien justru tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rusdi, mulai dari peralatan kursi roda tidak disiapkan oleh pihak RSUD hingga masuk diruang Poli Klinik Bedah dan kembali ke Ruang Radiologi Diagnostik.

“Tetapi setelah kembali lagi ke Ruang Poli beda, justru dokter dan petugas kesehatan di situ sudah tidak ada, padahal belum masuk jam istirahat” ngakunya kepada Cakrawalainfo.id.

 

Baca juga : Peringati HKN, Dinkes Bantaeng Helat Baksos Serentak 55 Titik

 

Ia mengancam akan menmpuh jalur hukum terkait haknya sebagaia pasien sebagaimana yang terdapat dalam pasal 4, 5, 6, 7 dan 8 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

“Dan juga UU No. 29 Tahun 2004, buruknya pelayanan RSUD Bantaeng adalah sebuah pelanggaran besar terhadap Pasal, 2, 3, 4 dan Pasal 29 Undang Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit” sesal Rusdi.

Keluarga pasien berharap, Pemerintah daerah bisa segera mungkin melakukan evaluasi terkait pelayanan buruk di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng.

Penulis : Supriadi Awing
Editor   : Rull
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

Back To Top