Pasca Karhutla Gunung Bawakaraeng, Aktivitas Pendakian Masih Tutup

oleh -
Pasca Karhutla Gunung Bawakaraeng, Aktivitas Pendakian Masih Tutup
Salah seorang relawan tim gabungan pemadaman Karhutla Bawakaraeng memadamkan api | Foto: A. Syahrul Khair/Cakrawalainfo.id

CAKRAWALAINFO.id, GOWA Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Ferasmus Rande masih berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat terkait aktivitas pendakian di Gunung Bawakaraeng pasca Karhutla.

Sebelumnya disebut pihaknya telah menutup aktivitas pendakian untuk sementara.

 

Baca juga : Manggala Agni Daops Gowa Sebut Tak Ada Warga yang Terdampak Karena Karhutla

 

Beberapa pertimbangan telah diambil terkait aktivitas pendakian di Gunung Bawakaraeng.

Salah satu alasannya. Yakni, karena masih proses pemulihan pasca karhutla lantaran terdampak asap di Gunung Bawakaraeng.

“Untuk sementara (di tutup) karena daerah ini sangat berbahaya, mungkin kegiatan pendakian di tutup dulu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, juga agar tidak ada terjadi hal-hal yang lain,” ujar Kapolsek Iptu Ferasmus Randes di Kawasan Hutan Pinus Lembanna Malino, Selasa (22/10) dua hari lalu.

Kapolsek mengaku sejauh ini masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan pendakian yang akan dijadwalkan ditutup.

“Nanti saya tanya dulu pemerintah setempat,” singkatnya saat dihubungi Cakrawalainfo.id, Kamis (24/10/2019).

 

Baca juga : Dampak Karhutla, Pendakian Gunung Bawakaraeng Saat Ini Ditutup

 

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda pengunungan Bawakaraeng di jalur pendakian. Seperti, pos satu, dua dan tiga.

Beruntung personel gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman meski dengan angin kencang yang melanda lokasi tersebut. Bahkan pihaknya merasa kesulitan memadamkan api.

Dengan alasan minimnya distribusi air, bahkan pihaknya harus mengambil air dari lereng gunung menggunakan mesin.

 

Baca juga : Petugas Gabungan Karhutla Mengaku Kesulitan Padamkan Api di Bawakaraeng

Diketahui, Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten GowaSulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan.

Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor   : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019