Parah! 5 dari 9 Anggota Dewan Dapil II Jeneponto Mati Rasa Terhadap Jiwa Sosial, Ada apa?

  • Whatsapp
Kantor DPRD Jeneponto. (Istimewa).

CAKRAWALAinfo.id, JENEPONTO– Sempat viral seorang janda dengan tiga orang anaknya mendiami gubuk tak layak huni beberapa waktu lalu di lingkungan Tanetea, Kelurahan Bontotangnga Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Mirisnya, kondisi Rahmatiah yang harus berjuang dalam garis kemiskinan sejak 5 tahun lalu. Syukurnya, Babinsa koramil Tamalatea mengespose kondisinya yang mengundang banyak dermawan datang membantu.

Hal inilah membuat relawan LENTERA mencoba kordinasikan ke beberapa pihak terkait baik dari pemerintah setempat hingga ke anggota Dewan khususnya daerah pilihan dimana warga ini bermukim.

Namun viralnya sosok Rahmatiah dengan segala kondisinya tidak mampu menarik simpati ke 9 dewan dapil Tamalatea- Bontoramba di Jeneponto, diantaranya hanya 4 orang dewan yang memiliki jiwa “wakil rakyat” dengan mengulurkan tangan membantu yakni Amin Tantu (Golkar), H. Aripuddin (Gerindra), Nurlaela Basir (Gerindra) dan Jusri Amir (Berkarya).

Kepekaan ke empat anggota dewan ini mampu hadir di tengah masyarakat hingga dengan konsep gotong royong bersama TNI-Polri dan para tokoh masyarakat setempat mampu membangun rumah swadaya untuk Ibu Rahmatiah.

Kordinator relawan sosial LENTERA mengatakan, dari 9 anggota dewan dapil 2 ini (Tamalatea-Bontoramba_red), hanya 4 yang memiliki rasa kemanusiaan.

“Jadi dari 9 dewan di dapil ini cuma 4 yang menerapkan budaya¬†siri na pacce (rasa kemanusiaan) dan benar-benar layak masyarakat perjuangkan yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, pendamping 1 LENTERA, inisial BS menyebut, ada anggota dewan inisial HT  yang sempat berjanji akan membantu kemudian hilang tanpa kabar.

“mirisnya oknum Dewan HT ini telah di kordinasikan oleh camat Bontoramba, namun ia menjawab pada saat itu “ia” tapi sampai sekarang tidak ada respon sama sekali,” kata BS.

Dengan konsep swadaya, akhirnya tertanggal 04 september 2021 pintu donasi telah ditutup untuk Ibu Rahmatiah dan prosesi pembangunan rumah swadaya tersebut mulai terlaksana lewat komitmen pengerjaan bantuan dari Herman pemilik usaha Air Minum Al Haq serta dari TNI koramil Tamalatea.

Kendati begitu, diperkirakan pekan depan dengan masuknya sumbangsih material 100 persen dari para dermawan prediksinya bangunan tersebut dapat segera terselesaikan.

Penulis:Pupung

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *