Nurdin Abdullah Bantah Terima Uang dari Kontraktor dengan Bersumpah Demi Allah

  • Whatsapp
Sidang lanjutan Agung Sucipto, Terdakwa penyuap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021).

CAKRAWALAinfo.id • MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdulah membantah telah menerima sejumlah uang dari kontraktor proyek.

Hal itu dibantah Nurdin saat hadir secara virtual sebagai saksi di persidangan terdakwa Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (10/6/2021).

Bacaan Lainnya

Jaksa menanyakan Nurdin soal kesaksian Sari yang mengaku diperintahkan Nurdin meminta uang dari kontraktor.

Dalam kesaksiannya, Nurdin bahkan bersumpah bahwa kesaksian eks Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Sari Pudjiastuti yang menyebut Nurdin menerima dana dari kontraktor adalah fitnah.

“Ibu Sari mengatakan selain saudara mengarahkan memenangkan perusahaan, saudara juga menerima uang,” kata jaksa KPK kepada Nurdin Abdullah dalam sidang itu

Usai ditanya, Nurdin langsung membantah semua kesaksian Sari dalam sidang sebelumnya.

“Demi Allah, JPU, itu Ibu Sari memfitnah saya,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin mengaku kecewa dengan keterangan Sari di persidangan sebelumnya yang menuding dirinya menitip dan mengarahkan untuk memenangkan pengusaha peserta tender pada proyek tertentu di Sulsel.

“Saya sangat kecewa, kok tiba-tiba orang ini lupa semua, padahal saya sudah memberikan contoh yang baik,” kata Nurdin Abdullah.

Di awal kesaksian Nurdin Abdullah, jaksa KPK juga mengkonfrontasi Nurdin soal beberapa kali memanggil Sari ke rumah pribadi di Perumahan Dosen (Perdos) Unhas.

Jaksa KPK bertanya, apakah benar Nurdin memanggil Sari ke rumah pribadi untuk menitip memenangkan pengusaha tertentu yang mengikuti tender proyek.

“Ini kami tanyakan, kami mohon jujur, karena ini di persidangan sebelum nya kami juga pernah memeriksa Ibu Sari, terkait pemanggilan ke rumah saudara di perumahan dosen, ini kami minta kejujuran saudara. Apakah saat saudara memanggil ibu Sari ada saudara sampaikan ke ibu Sari paket mana saja yang dimenangkan perusahaan tertentu?” tanya Jaksa KPK lagi.

Lagi-lagi Nurdin Abdullah bersumpah dan membantah keterangan Sari. “Saya bersumpah JPU, bahwa ibu Sari tidak memberikan penjelasan yang sesungguhnya tentang saya,” tegas Nurdin.

Untuk diketahui, pada persidangan sebelumnya Sari selaku mantan Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel mengaku diperintahkan Nurdin untuk meminta dana Rp 1 miliar dari pengusaha atas nama H. Momo.

Kendati begitu, jaksa KPK pun akhirnya menanyakan ke Nurdin apakah mengenal kontraktor H. Momo, Nurdin mengaku mengenalnya.

“Iya (H Momo kerjakan proyek Sulsel) di (Kabupaten) Wajo,” singkat Nurdin

Nurdin lalu juga mengaku kenal sederet nama kontraktor yang ditanyakan jaksa KPK, seperti Petrus, Andi Kemal, Jusuf Rambe, Robert, dan H Indar. (*)

 

Penulis: Supri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *