Novie Mutriya, Mahasiswi asal Tapaktuan yang Gemar Berdakwah dan Berbisnis Menjahit Pakaian Islami

oleh -
Novie Mutriya, Mahasiswi asal Tapaktuan, Aceh Selatan.

CAKRAWALAINFO.id, ACEHSELATAN– Novie Mutriya 23 Tahun Mahasiswi asal Tapaktuan, Aceh Selatan, ia juga boleh dikatakan salah seorang mahasiswi yang aktif, kreatif, dan produktif.

Mahasiswi yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi (kampus) di Banda Aceh yaitu Unsyiah itu, memilih jurusan arsitektur sebagai jurusan favorit untuk mengembangkan minat, bakat, dan skill ilmunya.

Novie Mutriya dikenal dengan sapaan Nomut. Sangat gemar dan menggeluti di bidang seni. Baik seni yang bersifat lukis melukis, tulis menulis, hingga jahit menjahit.

Bagi Nomut, seni adalah dunianya. Itulah alasan mengapa ia memilih untuk berkuliah di jurusan arsitektur. Seni yang ia tekuni ialah desain, menulis, dan menjahit.

Seni ialah jalan yang ia pilih untuk segala tuntunan yang berkaitan dengan perjalanan hidup. Termasuk berdakwah dan berhikmah untuk kebaikan kepada sesama.

Dari salah satu kegemarannya yaitu menjahit, ia membuka sebuah bisnis kecil-kecilan yang menurutnya di dalam bisnis tersebut bisa mengubah dan mengajak orang banyak tentang dakwah dan kebaikannya.

“Membuat produk khimar (jilbab), cadar, penutup dagu, bahkan masker kain. Itu adalah kerajinan tangan, seni, dan berdakwah untuk mengajak masyarakat berbuat kebaikan,” kata Nomut.

Saat Covid 19 melanda dunia misalnya, Nomut melalui rumah pabrik jahitannya, yaitu Kreatif Khimarta Nomut (KKN), salah satu penyulai dan penyedia 1000 masker untuk masyarakat Aceh Selatan.

“Senangnya bisa menjahit dan berbagi 1000 masker untuk Masyatakat Aceh Selatan,” kata Novie.

Masker-masker hasil karyanya itu dibagikan melalui para relawan 1000 masker kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pengguna jalan, jamaah di masjid, pedagang di pasar, dan para pasien yang berada di Puskesmas dan Rumah Sakit yang tidak memakai masker sama sekali dalam kawasan Kabupaten Aceh Selatan.

Tidak heran, kalau Nomut menyempatkan diri untuk menjahit masker di tengah pandemi Covid-19.

“Membantu saudara dan sesama untuk mengantisipasi penularan virus corona sangatlah bernilai walau dengan hal-hal yang kecil,” ungkap Nomut.

Hatinya sangat lembut dan santun niat-perangai tatkala mau berbagi dan mengabdi untuk sesama di tengah pandemi Covid 19 yang melanda dunia.

“Kali pertama menjadi relawan yang turun ke jalan untuk membagi masker sangat menyenangkan,” ujarnya senang.

Lalu dia melanjutkan diskusi terkait bisnis yang sedang digelutinya. Menurutnya, bisnis tidak hanya tentang materi dan uang. Tapi juga silaturahmi dan saling menyapa satu sama lain.

“Bertemu dan berkenalan dengan pelanggan adalah hal yang sangat menyenangkan. Bahkan membuat teman-teman lama kembali mudah untuk berjumpa. Begitulah bisnis yang saya geluti dan nikmati,” katanya penuh ceria.

Nomut menambahkan, ia berbisnis pakaian dan atribut wanita lainnya adalah salah satu cara dan solusi untuk berdakwah dan mengenalkan kepada perempuan bagaimana seharusnya mereka menutup aurat dengan baik dan ahsan.

“Itulah tujuan saya membuka bisnis tersebut. Berdakwah langsung di tengah masyarakat sembari bersilaturahmi, melayani, dan berkenalan langsung kepada pelanggan yang membutuhkan jasa jahitan pakaian dan karya saya,” harap Novie Mutriya yang berdomisili di Desa Sialang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan.

 

Berikut Biodata Diri Nomut

Nama : Novie Mutriya

Tempat, tanggal lahir : Tapaktuan, 20 Oktober 1996

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Mahasiswi

Status : Single

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Contact person

Email : noviemutriya@gmail.com

Ig : noviemutriya

 

Penulis: Riri Isthafa Najmi FAMe

Editor : Syam

 

© | CAKRAWALAINFO.id 2020