Memilukan, Kakak-Adik Dipasung Belasan Tahun di Luwu, Ini Alasannya

oleh -
Memilukan, Kakak-Adik Dipasung Belasan Tahun di Luwu, Ini Alasannya
Anita Abdul Salam (25) terbaring tak berdaya |
Loading...

CAKRAWALAINFO.id, LUWU – Kisah memilukan terjadi di Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan. Kakak adik dipasung oleh kedua orang tuanya selama belasan tahun karena mengalami penyakit gangguan jiwa.

Saat ditemui di kediaman mereka yang berdindingkan kayu, Anita Abdul Salam (25) dan Saldi Abdul Salam (22) tampak terbaring tak berdaya di tempat tidur masing-masing. Karena kesulitan ekonomi, kedua orang tua yaitu Suriani dan Abdul Salam merawat mereka dalam kondisi apa adanya dan memprihatinkan.

Baca juga : Tamrin yang Meninggal Dunia di Masjid Al Abrar Sidrap Pengusaha Pakan Ternak

Suriani mengatakan Anita Abdul Salam dipasung sejak tahun 2005. Sementara adiknya dipasung dalam 10 tahun terakhir. Karena kondisi keduanya makin memburuk, rantai untuk mengikat keduanya sudah dilepas sejak enam bulan lalu. Bahkan Anita kini mengalami kelumpuhan.

“Dua-duanya dipasung, karena kakaknya sering keluar tengah malam dan berjalan menuju Jalan Trans Sulawesi. Kalau adiknya ini suka mengamuk,” ucap Suriani saat ditemui Senin (2/12/2019).

Menurut Suriani, Saldi mengalami gangguan jiwa lantaran tak mampu melanjutkan sekolahnya. Keluarga tak mampu menyekolahkannya lantaran keterbatasan ekonomi. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka kadang meminjam uang dari orang lain.

“Bapak hanya buruh tani. Bapak juga menemani anak-anak jadi kadang ada penghasilan kadang tidak,” ujar Suriani.

Untuk menambah penghasilan Abdul Salam menjual atap rumbia yang berasal dari daun Pohon Sagu. Namun karena kendala lamanya pembuatan dan sempitnya pasar membuat mereka kesulitan untuk menjual.

Baca juga : Personil Polres Maros Ikuti Tauziah Da’i Kondang Ustadz Maulana

“Kadang sebulan hanya terjual sepuluh lembar. Satu lembarnya seharga Rp4.000,” ucap Abdul Salam.

Suriani mengaku tak mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Dia mengatakan kedua anaknya sudah tak pernah mendapat bantuan obat-obatan secara rutin dari dinas kesehatan setempat. Kedua anaknya itu juga tak pernah lagi mendapat fasilitas pengecekan kesehatan gratis.

Tak hanya itu, Suriani mengaku tak pernah menerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Padahal keluarganya terdaftar dan sudah menerima kartu tanda penerima bantuan PKH.

“Tidak ada (bantuan dari pemerintah), kecuali hanya bantuan raskin (beras miskin),” kata Suriani.

Sumber : iNews.id
Editor    : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

Loading...