Mediasi Percerian Di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng Nyaris Ricuh.

oleh -

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Seusai persidangan mediasi perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng terjadi keributan alias pengeroyokan pada pihak perempuan.

Keributan alias pengeroyokan terjadi dalam ruangan kantor Pengadilan Agama Bantaeng pada senin 10/2/2020, berkisar jam 2.30 wita.

Hal dialami korban Musdalifa (29) didampingi pengacara mendatangi Kantor Polres Bantaeng ingin melaporkan terkait penganiayaan secara bersama-sama.

Menurut Musdalifa dihadapan cakrawalainfo.id diruang pos jaga polres Bantaeng pada senin 10/2/2020 menjelaskan, kami datang di kantor polres  ingin melaporkan pengeroyokan secara bersama-sama, jelas korban Musdalifa.

Ia juga mengatakan lihat saja wajah saya bekas cakar dan pukulan yang diduga dilakukan oleh mertua bersama pihak keluarga suami. kata Musdalifa.

“Kisaran kurang lebih 10 orang yang ikut ramai-ramai memukul dan mencakar muka saya, hingga terjatuh dilantai, dan ada yang menarik kaki saya”.ungkap Musdalifa dihadapan cakrawalainfo.id.

Sementara Kuasa Hukum pengacaranya, membenarkan adanya keributan yang terjadi di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng.

Saat kejadian korban hendak meninggalkan ruang tunggu, tak disangka sangka keributan terjadi penyerangan dan mencakar muka korban, ungkapnya.

Dia juga ungkapkan bahwa korban di keroyok termasuk ada seorang laki laki yang tarik kaki kirinya.

Dari foto yang diperlihatkan , korban mengalami luka cakar bekas kuku tangan yang serius pada pipi sebelah kiri.

Pengacara juga sampaikan bahasa yang dikeluarkan korban saat mendapatkan pemukulan,

“Hei…. Kenapa saya dipukul sedangkan saya di gugat cerai, dan justru dia (suami) yang selingkuh”, Ungkap Pengacara mengulangi kata kata korban.

Sesaat setelah mendapat pengeroyokan, korban langsung menuju kantor Polres Bantaeng untuk melapor, namum pihak kepolisian sarankan untuk terlebih dahulu menuju RSUD Anwar Makkatutu untuk Visun.

Dari saksi lain yang mengikuti persidangan, pada saat korban dikeroyok ada juga keluarga suaminya yang memegang korban sehingga yang mengeroyok leluasa melakukan penganiayaan.

Dikatakan saksi yang tidak mau disebutkan namanya, orang yang pegang korban  tersebut adalah diduga seorang oknum Anggota TNI. katanya.

“Saya lihat Tentara itu juga mengikuti sidang mediasi tersebut”, jelas saksi.

“Saya lihat sekitar 10 orang yang ikut mengeroyok korban, termasuk ada juga bencong yang ikut mengeroyok”, ungkapnya saat menemani korban melapor di polres bantaeng.

Dengan nada tegas, Dia berharap pelaku ditangkap, Termasuk oknum tentara yang ikut memegang korban sehingga waktu dikeroyok tidak bisa berbuat apa apa. kata keluarga korban dihadapan cakrawalainfo.id.

Penulis : Supriadi Awing
Editor   : Awing
© |CAKRAWALAINFO.id. 2020
.