KPMI Sulsel, Resmi Melaporkan Dinas PUPR Kabupaten Gowa ke Mapolda Sulsel

  • Whatsapp

CAKRAWAinfo.id • GOWA — Diduga ada indikasi korupsi Pada Satuan Kerja Dinas PUPR Kabupaten Gowa, KPMI SUL-SEL melakukan pelaporan resmi di POLDA SUL SEL, Selasa (08/06/2021).

Komite Perjuangan Mahasiswa Intelektual Sulawesi Selatan (KPMI-Sulsel) melakukan pelaporan resmi di MAPOLDA SUL-SEL terkait indikasi korupsi pada kegiatan pengaspalan jalan paket VI Dusun Mampu Mallarasang, Desa Manuju, Kecamatan Manuju dan pengaspalan jalan Desa Bilalang yang berlokasi di kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Selasa (08/06/2021).

Muhammad Alqadri selaku DEPT INVESTIGASI KPMI SUL-SEL mengatakan bahwa “penting kami sampaikan bahwa data yang kami miliki berdasarkan investigasi dan informasi masyarakat. Mengacu pada hasil pengumuman lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE) dimana pihak PT TE’NE JAYA merupakan pemenang lelang dengan nilai pagu sebesar Rp. 2.710.122.723,00 APBD TA 2020 pada satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang di lakukan oleh departemen investigasi KPMI SUL-SEL mendapatkan beberapa temuan salah satu diantaranya terdapat pada struktur aspal yang terlepas dari LPA, terdapat pada lebar jalan yang bervariasi atau tidak sesuai dengan pada papan informasi.

“Atas kondisi tersebut kami menduga pihak rekanan dan/atau penyedia jasa dalam hal ini PT TE’NE JAYA tidak profesional dalam melakukan pekerjaan, diduga pihak PPK kurang cermat dalam melakukan pengawasan, diduga dimana pihak pelaksana tidak memperhatikan kualitas dan mutu serta ketahanan pada proyek,” ungkap Al Qadri.

“Atas permasalahan tersebut kami menduga dimana pihak Kepala dinas PUPR Kabupaten Gowa, PPK, Serta penyedia jasa telah melakukan permufakatan jahat,” singkatnya.

Dia juga menduga, dengan indikasi tersebut Keungan Daerah Kabupaten Gowa dinilai rugi sekitar Rp 2.710.122.723,00.

“Kami menduga dimana kegiatan paket VI pengaspalan jalan Dusun Mampu Mallarasang Desa Manuju Kecamatan Manuju dan Pengaspalan Jalan Desa Bilalang yang di laksanakan oleh PT TE’NE JAYA dengan nilai pagu sebesar Rp 2.710.122.723,00 mengandung unsur permasalahan hukum serta berpotensi merugikan keuangan Daerah Kabupaten Gowa,” ucap Al Qadri.

Pihak KPMI Sulsel juga mengaku telah melakukan klarifikasi dengan pihak terkait, namun pihak terkait belum memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut.

“Sebelumnya kami telah melakukan klarifikasi kepada pihak Dinas PUPR selaku kuasa pengguna anggaran dan kepala bidang Bina Marga selaku PPK, akan tetapi sampai saat ini kami belum memberikan balasan klarifikasi sehingga kami menganggap indikasi tersebut benar adanya dan patut kita lanjutkan ke aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Penulis: Pupung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *