Kepsek SMPN 4 Kelara diduga Korupsi dana BSM

oleh -

CAKRAWALAINFO.id, JENEPONTO — Diminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Jeneponto menindak lanjuti dugaan kurupsi Uang Negara, disinyalir dilakukan Kepsek SMPN 4 Kelara Nurhayati.

Kepala Sekolah SMP Negeri Kelara Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto Nurhayati mendapat sorotan warga Kelara, lantaran diduga korupsi Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan dana lainnya.

Sekolah SMPN 4 Kelara yang berlokasi di Desa Bontonompo perbatasan Desa Gantarang Kecamatan Kelara.

Menurut orang tua siswa yang enggang disebut namanya mengatakan sejak kepemimpinan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kelara Nurhayati, hanya menampakkan kearogansiannya dan kerakusan, yang begitu tega mengambil hak anak miskin, kata orang tua siswa.

Menurutnya, berdasarkan dengan data penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun 2019 berjumlah 112 orang itu diduga tidak tersalurkan, ungkap orang tua siswa.

Pantauan media ini beberapa orang tua siswa mengadu bahwa kepsek Nurhayati tak memberikan uangnya kepada siswa penerima  BSM.

Setelah orang tua siswa melihat nama-nama didata penerima dana BSM tersebut, para orang tua banyak yang datang dirumah Kepala Desa mengadu bahwa haknya anak siswa miskin tidak disalurkan.

Sementara Kepala Desa Gantarang Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, H. Nasir Nara, dihadapan media ini, membenarkan bahwa bantuan siswa miskin dari tahun 2018-2019, diduga tidak disalurkan kepada para siswa penerima BSM, kata H. Nasir Nara.

Ia menambahkan banyaknya orang tua siswa yang datang di rumah mengadu, karena anaknya ada tercatat namanya dilembaran kertas penerima BSM, namun sepeserpun tak kunjung dapat uang di sekolahnya, ungkap H. Nasir Nara dihadapan rekan Wartawan.

Kepala Sekolah Nurhayati tidak bisa mengelak karena sejumlah orang tua siswa, rela membuat surat pernyataan untuk diproses Hukum, karena mengambil hak orang lain atau menggelapkan uang Negara, adalah bagian tindak pidana korupsi, beber Kades Nasir Nara.

Saat rekan Wartawan menyambangi Sekolah SMP Negeri 4 Kelara, Kepsek Nurhayati didampingi salah seorang guru, mengatakan dihadapan media ini, nampak kebakaran jenggot dan bertele-tele menjawab pertanyaan rekan wartawan terkait dana BSM diduga  tidak tersalurkan.

Nurhayati mengatakan yang penerima BSM disekolah ini hanya berkisar 1 orang, 7 orang 10 orang, itupun pencairannya secara bertahap, kata Nuhayati.

“Iya benar dana BSM itu saya yang caikan di BRI Malakaji, tapi jumlah total yang saya sudah cairkan semuanya saya lupa,” ungkap Nurhayati.

Masih kata Nurhayati, setelah saya cairkan dana BSM di Kantor BRI Malakaji langsung saya serahkan dananya kepada pengelolah Nurintang, kata Nurhayati.

Diketahui bahwa pengelolah dana BSM Nurintang adalah saudara kandung Kepala Sekolah SMPN 4 Kelara Nurhayati.

Berdasarkan dengan nama alias data penerima BSM tahun 2019 sebanyak 112 orang.

Selain itu Nurhayati dinilai melakukan pembohongan publik, tidak pernah mengelolah dana pada tahun 2018 lalu, yang dia kelolah hanya tahun 2019, papar Nurhati.

Sementara pengakuan salah seorang guru SMP 4 kelara mengatakan, Nurhayati mengabdi mulai tahun 2017 lalu, semua dana baik dana Bos maupun dana BSM tahun 2017-2018-2019 dia sendiri yang keloh, kata salah seoran guru yang enggang disebut namanya.

“Kalau dia bilang mulai mengabdi tahun 2018 dan tidak mengelolah dana tahun 2018 berati dia melakukan pembohongan,” katanya.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : SA
© |CAKRAWALAINFO.id. 2020