Keluarga Nasir Tak Mampu Bayar Biaya Perawatan, Ini Harapannya ke Polisi

oleh -
Keluarga Nasir Tak Mampu Bayar Biaya Perawatan, Ini Harapannya ke Polisi
Kondisi Nasir yang tak juga sadarkan diri hingga saat ini | Foto: Supriadi Awing

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Insiden penikaman orang yang tak dikenal (OTK) yang terjadi di Jalan Lingkar Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Pihak keluarga minta pelaku segera dicari dan ditangkap.

Kejadian yang menimpa Nasir itu pada Senin 7 Oktober 2019 dua hari lalu, sekira pada pukul 00.15 dini hari.

Nasir merupakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lumpangan, berdomisili di Kampung Bate Balla, Desa Lumpangan, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng.

 

Baca juga : Ketua BPD Desa Lumpangan, Kabupaten Bantaeng Ditikam OTK

 

Saat ini Nasir tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Makkatutu Bantaeng. Tepatnya di kamar 503 Lantai 5.

Korban Nasir tampak terbaring lemas di atas tempat tidur.

Istri korban, Sitti Hasni menjelaskan, kondisi suaminya hingga saat ini belum sadarkan diri.

“Iya belum sadarkan diri, kami ditanya oleh Dokter meminta persetujuan untuk dilakukan operasi, adapun bekas penganiayaan dan tusukan benda tajam yang dilakukan pelaku,” katanya.

Sementara untuk kondisi luka bekas tusukan dibagian perut kiri dan kanan, tangan kiri juga nyaris putus.

Tak hanya itu, bagian batang hidung Nasir juga nyaris bengkok, serta di bagian pipinya.

“saya tinggal pasrah saja karena pihak RSUD Bantaeng tidak memberlakukan pengobatan jalur BPJS. Semua biayanya wajib masuk umum” sedihnya.

Masih kata Sitti Hasni, sebenarnya Dokter meminta tangan korban di amputasi, namun Hasni masih mempertimbangkan permintaan dokter.

“Mengingat kondisi keuangan tidak memungkinkan. Ini saja baru tiga hari di RSUD sudah kita bayar Rp. 10 juta lebih, untuk pembayaran operasi dan uang kamar,” tutur Hasni.

Sitti ini juga mengaku telah di besuk oleh pihak kepolisian resor Bantaeng.

Dan mengarahkan untuk melapor di Kantor Polsek Kecamatan Bissappu, dengan alasan di situ adalah locus delicti.

“Saya sudah melapor ke kantor Polsek Bissappu, saya berharap kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku penikaman dan tempat penjualan minuman,” harapnya.

 

Baca juga : Dianggap Resahkan Warga, Mahasiswa Demo PT. Huady di Depan Kantor DPRD Bantaeng

 

Sementara Kapolsek Bissappu Aiptu Baharuddin yang dikonfirmasi melalui selulernya, mengatakan itu benar ada laporan terkait insiden penikaman OTK di jalan Lingkar Kelurahan Bonto Rita.

“Kini sudah empat saksi telah diambil keterangannya, kita juga telah mengantongi identitas terduga pelaku,”

“Beberapa kali personel juga menyambangi rumahnya, namun tak pernah ada. dalam waktu dekat pelakunya tetap tertangkap,” paparnya.

Penulis : Supriadi Awing
Editor.  : Ig
© | CAKRAWALAINFO.id 2019