Kebakaran di Gunung Merbabu Hanguskan Bunga Edelweis

oleh -
Kebakaran di Gunung Merbabu Hanguskan Bunga Edelweis
Ilustrasi Karhutla

CAKRAWALAINFO.id, BOYOLALI – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu telah menghanguskan lahan lebih dari 400 hektare. Bunga edelweis juga dikabarkan terbakar.

Kebakaran yang terjadi sejak pekan lalu itu pun dipastikan mengganggu flora dan fauna di sana.

Kasubbag TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setyawan mengatakan, perkiraan sementara luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 436 hektare. Kawasan yang terbakar itu mulai zona tradisional hingga zona inti.

 

Baca juga : BREAKING NEWS: TPA Sampah Gowa Kembali Terbakar, Dua Unit Damkar Penembak Dikerahkan

“Luas Taman Nasional (Gunung Merbabu) itu 5.800-an hektare, yang terbakar 400-an hektare. Itu membakar dari zona terluar yang berbatasan dengan kawasan desa itu zona tradisional. Kemudian juga membakar zona rehabilitasi, yang kita lakukan penanaman kemarin, dan masuk ke zona rimba dan zona inti,” kata Johan Setyawan kepada wartawan di kantornya, Selasa (17/9) kemarin.

Zona inti yang terbakar berada di paling atas atau kawasan puncak, selain berupa sabana, termasuk tanaman bunga edelweis.

“Zona inti terlihat dari puncak itu sabana, termasuk edelweis, yang dilindungi, juga terpantau ikut area yang terbakar,” jelasnya.

 

Baca juga : Hiu Paus yang Terjebak di PLTU Paiton Terluka Akibat Gesekan

Selain itu, lanjut Johan, lahan yang terbakar berupa alang-alang, rumput, semak belukar, dan kawasan berhutan, antara lain di daerah Ampel dan Selo.

Sebelumnya, Kepala BTNGMb Junita Parjanti menjelaskan terkait dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan itu. Kebakaran mengakibatkan terganggunya keanekaragaman hayati di Gunung Merbabu.

“Karena ini adalah kawasan konservasi, keanekaragaman hayati terkait flora dan fauna pasti terganggu,” kata Junita kepada dilansir detikcom.

 

Baca juga : Pasca Insiden Kebakaran di TPA Antang, TPA Cadika Gowa Juga Terbakar

Pihaknya belum bisa mendata satwa-satwa yang terganggu akibat kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Selain itu, kebakaran yang berdampak pada sumber air selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat desa sekitar.

Di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu terdapat 39 mata air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar, baik di wilayah Kabupaten Boyolali, Semarang, maupun Magelang.

Dari jumlah tersebut, ada tiga tuk (mata air) besar yang berpotensi terganggu karena kawasannya terbakar, yaitu Tuk Teyeng di Kecamatan Pakis (Magelang), Tuk Klanting di Kopeng (Kabupaten Semarang), dan Tuk Sipendok (Ampel, Boyolali). Jika pipa-pipa air bersih dari sumber air tersebut terbakar, distribusi air ke masyarakat pun akan terganggu.

Kebakaran di Gunung Merbabu diharapkan segera padam dan tidak meluas hingga ke kawasan hutan tanaman keras, sehingga habitat satwa liar tidak sampai terganggu, apalagi di wilayah Ampel, yang vegetasinya masih padat dan keanekaragaman hayatinya masih tinggi. Wilayah Ampel ini juga merupakan tempat pengamatan elang Jawa, yang juga merupakan satwa dilindungi.

Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019