Kartu Surga Hingga Ubah Al Qur’an, Pimpinan Aliran Sesat di Gowa Jadi Tersangka

oleh -
Kartu Surga Hingga Ubah Al Qur'an, Pimpinan Aliran Sesat di Gowa Jadi Tersangka
Puang La'lang saat digelandang masuk di dalam ruang Sat Reskrim Polres Gowa|

CAKRAWALAINFO.id, GOWA – Dugaan aliran sesat berhasil menemukan titik terang. Kini pimpinan Tajul Khalawatiyah Syech Yusuf Gowa telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik Polres Gowa menaikkan status saksi sebagai tersangka oleh pimpinan Tajul Khalwatiyah Syech Yusuf Gowa.

Puang Lallang alias Mahaguru (74) yang kerap disebut oleh pengikutnya terpaksa mendekam di Polres Gowa.

 

 

Baca juga : Pimpinan Tajul Khalwatiyah Syech Yusuf Gowa Resmi Tersangka

 

Kapolres Gowa dalam jumpa perssnya, Puang La’lang ditetapkan tersangka setelah melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumahnya.

“Sebelumnya kita telah melakukan penyelidikan mendalam, dan melakukan penggeledahan waktu itu,” kata Akbp Shinto Silitonga, Senin (4/11/2019).

Selain itu, kata Shinto, Puang La’lang juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang. Seperti menjual kartu sakti Surga, mengesahkan pernikahan tanpa Wali.

“Tersangka menjual kartu surga atau disebut kartu Wifiq ke jamaahnya, dengan mahar Rp10 ribu sampai Rp50 ribu, pengikutnya juga diharuskan menyetor zakat pada tersangka,” lanjut Shinto.

Puang La’lang sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. MUI sebut aliran sesat.

“Puang Lallang alias Mahaguru memungut uang dari pengikutnya yakni penjualan kartu surga. Kartu surga diklaim tersangka akan membebaskan dosa-dosa pengikutnya semasa hidup,” ujar dia.

 

 

Baca juga : Perkara Tajul Khalwatiyah Sesat, Polres Gowa Berhasil Razia GMBI

 

 

Selain modus ekonomi, tersangka juga diketahui menikahkan pengikutnya, tanpa dihadiri wali nikah dan dokumen resmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Sementara Puang Lallang jug melantik dirinya sebagai rasul dan mahaguru pada 9 September 1999.

Tersangka diketahui membuat kitab suci sendiri yang diajarkan ke ratusan pengikutnya di daerah Patalassang, Bajeng, dan Pallangga.

“Kitab tersebut diakui tersangka ditemukan di peti jenazah Syech Yusuf. Tersangka juga diduga melakukan perubahan isi kitab suci Al-qur’an,” tukas Shinto.

 

Baca juga : Aliran Sesat, Polisi Geledah Rumah Maha Guru Tarekat Khalwatiyah Gowa

 

Dengan perbuatannya, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa menyebut ajaran Puang La’lang sesat, berdasarkan Fatwa MUI Gowa, tanggal 16 November 2016.

Polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 138 item dan barang bukti dari MUI Kabupaten Gowa sebanyak 21 item yang dikumpulkan MUI dari pengikut dan mantan pengikut Puang La’lang.

“Terhadap pelaku kita jerat dengan Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4, dan 5 UU No.8 tahun 2019 dan/atau UU No. 22 tahun 1946 dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara,” ujar Shinto.

Sebelumnya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah menghimbau warganya dan berharap agar tempat kediaman Puang La’lang tidak lagi menjadi pusat penyebaran aliran sesat Tarekat Ta’jil Khalwatiyah yang telah ditetapkan oleh Pemda Gowa.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor   : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

loading...