Jokowi Sebut Revisi UU KPK Inisiatif DPR, Selain Itu Jokowi Juga Tolak Perppu

oleh -
Para mahasiswa saat duduk di pertigaan Kolombo, untuk mengheningkan cipta atas matinya demokrasi
Para mahasiswa saat duduk di pertigaan Kolombo, untuk mengheningkan cipta atas matinya demokrasi

CAKRAWALAINFO.id, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengesahan 4 RUU ditunda, namun dirinya menyetujui revisi UU KPK disahkan.

Jokowi angkat bicara terkait mengenai beda sikap.

“Yang satu itu (revisi UU KPK) inisiatif DPR. Ini (RUU KUHP, RUU Minerba, RUU Permasyarakatan, dan RUU Pertanahan) pemerintah aktif, karena memang disiapkan oleh pemerintah,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/09/2019).

 

Baca juga : Desak Presiden Jokowi Mundur, Ini 12 Poin Tuntutan Mahasiswa UMI Makassar

 

Dilansir deticom, dengan alasan yang sama, Jokowi ingin pengesahan 4 RUU untuk sementara ditunda.

Hal itu untuk bisa mendengarkan masukan-masukan dari berbagai kalangan. Sebab, banyak kritik yang didapat soal pengesahan RUU tersebut.

“Untuk kita bisa mendapatkan masukan-masukan, substansi yang lebih baik sesuai keinginan masyarakat, sehingga rancangan undang-undang tersebut agar sebaiknya masuk ke nanti DPR selanjutnya,” tuturnya.

Sementara untuk revisi UU KPK yang kini telah disahkan oleh DPR, Jokowi menolak menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

 

Baca juga : Ratusan Mahasiswa UMI Makassar Unjuk Rasa, Tuntut Jokowi Mundur

 

Permintaan ini salah satunya disampaikan seluruh massa Aliansi Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia Tuntut Tuntaskan Reformasi.

“Nggak ada (penerbitan Perppu),” kata Jokowi.

 

Mahasiswa Demo Gelombang Kian Meluas Jelang Pelantikan Jokowi

 

Sementara itu, sejumlah daerah di Indonesia terus melakukan unjuk rasa. Demonstrasi  mahasiswa di daerah memprovokasi rencana pemerintahan Joko Widodo  dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan sebuah rancangan undang-undang. Demo digelar serentak di Riau, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, hingga Papua pada hari ini, Senin (23/9).

Gelombang demonstrasi ini hanya berselang beberapa minggu lalu membahas pelantikan Jokowi sebagai presiden untuk periode kedua. Di Yogyakarta, pelajar yang bergabung dengan pekerja, pelajar, dan aktivis masyarakat sipil menggelar demo di Pertigaan Gejayan.

Demo bertajuk #GejayanMemanggil ini bahkan menjadi topik terpopuler Twitter di Indonesia. Semua elemen yang bergerak dalam aksi #GejayanMemanggil tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak.

Mereka mengusung tujuh mendesak. Diambil persetujuan RKUHP ditunda, revisi UU KPK yang baru disahkan, mengadili elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, dan menolak pasal-pasal yang bertentangan RUU Pertanahan dan RUU Ketenagakerjaan.

“Mereka yang turun ke jalan nanti tidak akan membawa bendera organisasi tertentu. Semuanya tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak karena aksi organik,” ujar juru bicara Aliansi Rakyat Bergerak, Nailendra dilansir CNN Indonesia.

Demo serupa juga terjadi di Jombang, Makassar, Riau, Bali, hingga Papua. Di Makassar, menentang mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar aksi di depan kampus mereka. 

Editor : Ibnu Gaffar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019