Jelang Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Polda Sulsel Ancam Tindak Tegas Aktivis Sulsel

oleh -
Ribuan mahasiswa itu longmarch ke gedung DPRD Sulsel, aksi mereka berbuntut rusuh antar mahasiswa dan aparat kepolisian.
Ribuan Mahasiswa di Makassar Berbuntut Kerusuhan

CAKRAWALAINFO.id, MAKASSAR Jelang pelantikan Jokowi atau Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) terpilih.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Mas Guntur Laupe menghimbau kepada seluruh aktivis di Universitas.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, ia meminta agar organisasi-organisasi tidak menggelar aksi demonstrasi mulai besok, 16 Oktober hingga tanggal 20 Oktober mendatang.

“Diskresi Kepolisian itu diambil dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif pada saat pelantikan Presiden dan Wapres,” kata Dicky melalui siaran Persnya, Selasa (15/10/2019).

Pelarangan aksi unjuk rasa terhadap seluruh elemen aktivis berbagai organisasi di Sulsel ini berlandaskan dengan adanya tamu VVIP dari berbagai negara yang akan datang langsung ke Indonesia.

“Apalagi gelaran itu akan dihadiri tamu VVIP dari berbagai negara sahabat dan akan ditonton seluruh rakyat Indonesia. Walaupun acara pelantikan Presiden di Jakarta, namun wilayah Provinsi Sulsel harus tetap aman, nyaman dan kondusif,” tegas Dicky.

Perihal tersebut, jika nantinya ada aktivis yang akan menggelar aksi demonstrasi besok hingga empat hari kedepan. Dimana jelang pelantikan Jokowi Ma’ruf akan ditindak tegas.

Polda Sulsel tak segan-segan menindak tegas dengan mengecam tak akan memberikan persetujuan surat aksi demonstrasi.

“Apabila ada yang menyampaikan surat pemberitahuan tentang akan diadakan penyampaian aspirasi, kami tidak akan memberikan surat tanda penerimaan,” tegasnya.

Lebih detail kata Dicky, terlepas pada hari pelantikan atau tanggal 20 Oktober, aspirasi para aktivis diperbolehkan.

“Jadi diskresi kepolisian ini dikeluarkan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian jika masih ada unjuk rasa maka dipastikan ilegal. Maka TNI-Polri akan bertindak tegas,” lanjut Dicky.

Ia meminta agar masyarakat Indonesia untuk menyaksikan pelantikan presiden dan Wapres terpilih secara khidmat.

“Momen ini adalah pekerjaan besar bangsa ini dan akan ditonton oleh negara lain,” tutupnya.

Penulis : A. Syahrul
Editor   : Ibnu Gaffar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019