Isak Tangis Keluarga Krisdayanti Korban Kerusuhan di Wamena Pecah

oleh -
Isak Tangis Keluarga Krisdayanti Korban Kerusuhan di Wamena Pecah
Tangis suami Krisdayanti saat jazadnya di kebumikan

CAKRAWALAINFO.id,TAKALAR — Krisdayanti (20) warga yang menjadi korban kerusuhan di Kota Wamena, Papua hari ini telah dimakamkan, Kamis (26/9/2019) sore tadi.

Kediaman Krisdayanti terletak di Dusun Kaballokang, Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Jenazah Krisdayanti tiba di rumahnya pukul 16.00 Wita bersama dengan suaminya, Saiful Daeng Gading yang selamat atas insiden kerusuhan di Wamena tersebut.

 

Baca jua : BREAKING NEWS: Mobil Dinas yang Disandera Mahasiswa UIN Milik Dinsos Takalar

 

Jenazah Krisdayanti tiba dirumahnya dikawal ketat aparat TNI setempat. Saat tiba dirumahnya, tangis keluarga seketika pecah.

Jenazah Krisdayanti selanjutnnya di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya. Saat dimakamkan, suami korban, Saiful hanya bisa pasrah smbari melihat prosesi pemakaman istrinya.

Sesekali ia menangis terseduh dan bercucuran air mata.

Sementara itu, beberapa sanak keluarga dan tetangga korban mengabadikan proses pemakaman almarhumah Krisdayanti dengan merekam video di handphone mereka.

Usai dimakamkan, para pelayatpun melantunkan doa seusai dengan kepercayaan mereka. Syaiful tidak kuasa menahan tangisnya dan berusaha sabar atas peristiwa kerusuhan di alami sang istri tercintanya.

“Sejak saya menikah dengan istri saya, dia orangnya baik. Taat kepada saya (suaminya) dan juga dengan keluarganya. Sengaja saya berpisah dengan Almarhumah. Saya suruh dia sembunyi di suatu tempat, tapi ketahuan juga oleh massa itu. Hingga akhirnya istri saya mati dibunuh,” kata Syaiful, Kamis (26/09/2019).

 

Baca juga : Korban Kerusuhan di Wamena Ada Warga Takalar, Ini Identitasnya!

 

Diketahui, kerusuhan tersebut akibat beredarnya kabar bohong alias hoaks yang bernada rasisme di daerah tersebut. Awalnya hanya aksi unjuk rasa, namun berakhir ricuh dan beberapa orang yang menjadi korban berjatuhan.

Almarhumah telah bekerja di Kota Wamena sebagai penjaga toko sejak 2014 silam. Dirinya juga bernajak ke Wamena saat masih duduk di bangku SMP kelas 2.

“Semasa hidup, almarhumah orangnya baik sekali. Buktinya setiap minggu, dia selalu mengirimi kami uang ke sini. Dan waktu kerusuhan di Papua beberapa waktu yang lalu juga dia sempat aman-aman saja. Setiap hari juga kami selalu video call dengan dia,” kata paman korban Nasrul Daeng Tata.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019