Ini Ucapan yang Kerap Diucapkan Zulaeha Semasa Hidupnya

oleh -
Sidang Pembunuhan Zulaeha, Saksi Mengaku Tak Tahu Wahyu Dalangnya
Iskandar tengah memberikan keterangan saksi dalam persidangan Wahyu Jayadi. | Foto : A. Syahrul Khair

CAKRAWALAINFO.id, GOWA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa Gowa menghadirkan tiga orang saks dalam persidangan Wahyu Jayadi.

Ketiganya merupakan rekan Wahyu Jayadi. Mereka hadir dalam persidangan untuk memberikan keterangan terkait pembunuhan Siti Zulaeha Djafar.

Dalam persidangan, rekan Wahyu Jayadi yang memberikan keterangan terdakwa Wahyu Jayadi atas pembunuhan berdarah dingin itu di dalam mobil Zulaeha.

“Korban semasa hidup, orangnya baik dan tidak pernah ada musuh,” kata Ali kepada majelis hakim.

Ketiga saksi tersebut kompak mengenakan seragam berwarna biru muda ke ruang persidangan.

Para saksi itu bernama Muhammad Nur, Amiruddin Yasse, dan Muhammad Ali.

Hakim ketua Muhammad Asri mengaku kaget melihat kekompakan seragam ketiga saksi saat duduk di kursi persidangan.

Dalam keterangan yang disampaikan ketiga saksi di depan majelis hakim, saksi Muhammad Ali menjelaskan keseharian mendiang Zulaeha di lingkungan kantor.

Tidak ada yang mesti ditakuti ketika bertemu dengan Zulaeha. Terlebih dalam suasana yang santai.

Tak hanya itu, para saksi juga semua kaget setelah mengetahui kondisi rekannya Sitti Zulaeha Djafar pada Maret 2019 lalu.

Diketahui, satu ucapan yang paling sering diucapkan oleh Zulaeha semasa hidup dan selalu diingat oleh Ali saat akan hendak pulang dari kantor.

“Saya selalu ingat ucapanya Zulaeha. Dia selalu pamit saat mau pulang dari kantor,” kata Ali

“Saya duluan ya?” ucap Ali yang menirukan ucapan Zulaeha di depan majelis hakim.

Mereka tak menyangka, Wahyu yang dulunya tampak berwibawa dengan jabatannya, kini harus menggunakan kemeja putih dan rompi merah bertuliskan “Tahanan Kejaksaan Negeri Gowa”

Wajah Wahyu tampak murung di depan rekannya saat memberikan keterangan di persidangan. Tidak ada wajah ceria atau senang bertemu dengan rekan sebayanya.

Sementara itu, rekan saksi, Zuleha yang kini sudah tiada, mereka harus melepas kepergiannya. Tidak ada lagi canda dan tawa Zulaeha saat ini.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019