Ijazah Tidak Terdaftar, Alumni STKIP YAPTI Jeneponto Akan Laporkan ke Polda Sulsel

oleh -
Ijazah Tidak Terdaftar, Alumni STKIP YAPTI Jeneponto Akan Laporkan ke Polda Sulsel
Logo STKIP YAPTI Jeneponto

CAKRAWALAINFO.id, JENEPONTO Seorang alumni STIKIP Yapti Jeneponto Muhammad Munawir Syafei berencana melaporkan pihak kampus, terkait dugaan penerbitan ijazah sarjana Strata Satu (S1) tanpa akreditasi ke Polda Sulsel.

Ia menyebut akan melaporkan kampus STKIP Yapti Jeneponto atas dugaan pemalsusan Ijazah yang notabanenya tidak terdaftar dalam forlap dikti.

Baca juga: STKIP YAPTI Jeneponto Diduga Lakukan Praktik Jual Beli Ijazah

Salah satunya alumni Stikip Yapti tahun 2014 itu, sempat mempertanyakan keabsahan legalitas ijazah tersebut kepada Pimpinan Yayasan hingga pihak kampus.

“Saya mendapat ijazah tanpa akreditasi, padahal kampus terakreditasi B,” kata Munawir di salah satu warkop di bilangan Bontosunggu, Rabu, (14/08/2019)

Setelah dirinya mencoba mendaftar CPNS tahun 2018 lalu, Namun pejabat kampus tidak dapat memberikan penjelasan. Dirinya sempat mempertanyakan ijazah yang dikeluarkan STKIP Yapti Jeneponto, setelah mendaftar CPNS tahun lalu dan ternyata ke absahan Ijazahnya tidak terdaftar di forlap Dikti.

Ini juga akan berdampak buruk buat teman-teman Alumni dan tidak dapat diterima sebagai pegawai Negeri sipil atau aparatur pemerintah lainnya,”Tegasnya.

Tak hanya itu ia mengaku telah mengikuti semua prosedur ketentuan kampus. “Mulai dari pendaftaran mahasiswa baru sampai saya mengikuti ujian terkahir, tapi ternyata Ijazah yang saya dapat ternyata tidak terdaftar di Dikti,” imbuhnya.

Ijazah Tidak Terdaftar, Alumni STKIP YAPTI Jeneponto Akan Laporkan ke Polda Sulsel

Sementara itu salah satu tenaga pengajar di kampus STKIP Yapti yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan. Lantaran banyaknya alumnni yang mempertanyakan legalitas kampus.

Baca juga: Dua Orang Pekerja Tower Tewas di Jeneponto

 

“namun kami tidak bisa memberikan penjelasan secara detail, karena ada orang mengurus semua itu Banyak alumni tanyakan keabsahan Ijazahnya di kampus, tapi kami tidak bisa memberikan penjelasan secara detail, karena ada orang mengurus semua itu,”Pungkasnya.

Jika nantinya pihak kampus STKIP Yapti terbukti bersalah, dikenakan pasal 68 ayat 1 juncto Pasal 61 ayat 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan nasional juncto Pasal 42 ayat 1 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor :  Agiel Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019