“Hasil Rapid Test Bantaeng Nyaris Dipermalukan Oleh Pihak Bandara Hasanuddin

oleh -

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Maraknya kegiatan rapid test diberbagai wilayah di tanah air membuat masyarakat cemas dan was-was, karena harus menunggu hasil swab dari masing-masing tenaga ahli yang dipercayakan untuk menangani kasus covid-19.

Hal ini yang terjadi di Puskesmas Kassi-Kassi Desa Nipa-Nipa Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, sebagaimana hasil surat Keterangan kesehatan Rapid Test Yang dikeluarkan Puskesmas Kassi Kassi, pada 9/6/2020.

Dengan adanya insiden yang terjadi di Bandara Hasanuddin Makassar, dua orang asal Kabupaten Bantaeng yang akan berangkat tujuan Ternate, pihak Bandara meminta surat keterangan sehat hasil rapid testnya.

Kedua warga Kabupaten Bantaeng tersebut, masing-masing atas nama Zainuddin dan Lauria, saat menyedorkan surat keterangan kesehatan hasil rapid testnya, pihak Bandara Hasanuddin langsung menolak bahwa surat keterangan kesehatan rapid tes tersebut dinilai tidak lengkap.

Dalam konferensi Pers yang digelar oleh Dirfan Susanto pada senin 22/6/2020 menjelaskan, insiden yang terjadi di Bandara Hasanuddin Makassar, terkait penolakan hasil rapid tes yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kassi-Kassi Kecamatan Pa’jukukang tertanggal 9 juni 2020, yang diketahui oleh dr Resti Amelia, jelas Dirfan Susanto.

Ia menambahkan bahwa surat keterangan rapid test dengan menggunakan logo Kabupaten Bantaeng, dia mempertanyakan apakah sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peraturan Daerah di bidang kesehatan, terkait adanya pembayaran sebesar 25 ribu. Tanya Dirfan Susanto.

Dalam surat keterangan kesehatan yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kassi-Kassi, dengan
Nomor 254/PKM-KSD/SKK/BTG/VI/2020, berlaku selama 3 bulan, jelas Dirfan Susanto.

Sangat disayangkan penolokan surat keterangan rapid test di Bandara Hasanuddin Makassar, menuai kritikan dengan berdalih  dan mencibir oknum para medis dan Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng dinilai tidak tidak paham

Dirfan Susanto merasa bringis,  saat berada di Bandara Hasanuddin Makassar yang  sedang menemani Zainuddin dan  Lauriah, melakukan rafid tes ulang. Kesal Dirfan Susanto dihadapan rekan wartawan.

Kedua warga Bantaeng terpaksa mengikuti rapid test ulang di klinik Azka Nadhifah di jalan wijaya kusuma raya no 8 Makassar, bernomor 1631/K.AN/VII/2020, pada 12/6/2020.

Kedua warga Bantaeng Zainuddin dan Lauriah tersentak nyaris pada saat diarahkan mengulangi  rapid tes di klinik Bandara Hasanuddin.

Pihak Bandara Hasanuddin Makassar melakukan rafid test ulang, terhadap kedua warga Kabupaten Bantaeng, dengan membebankan  biaya sebesar  375 ribu rupiah / orang. kata Dirfan Susanto

Atas insiden ini, diminta Kepala Dinas Kesehatan, dr, Andi Ihsan untuk melakukan koordinasi dan menindak lanjuti cibiran yang dinilai  kinerja oknum para medis dan Kadis Kesehatan Bantaeng tidak paham dipermalukan pihak bandara Hasanuddin  Makassar.

Sementara Kepala Puskesmas Kassi-Kassi Hj.Andi Nurwahida, SKM, M.Kes saat dikomfirmasi melalui selulernya pada rabu malam 24/6/2020, menjelaskan bahwa usia rapid test itu usianya hanya berlaku 3 hari, sementara kedua orang warga Bantaeng pada saat berangkat kebandara masa rapid testnya sudah expayer. jelas Kapus Hj. Andi Nurwahida.

Ia menambahkan terkait surat keterangan kesehatan masa jangka waktunya berlaku selama 3 bulan,  sekedar meluruskan  hal ini sudah sesuai dengan SOP. ungkap Hj.Ida.

Wartawan cakrawalainfo.id berusaha mendatangi Kadis Kesehatan Bantaeng di ruang kantornya namun tidak ada ditempat, dan mencoba menghubungi selulernya tidak diangkat, pada rabu 24/6/2020.

Penulis : Supriadi Awing
© |CAKRAWALAINFO.id. 2020