Hanya Diterima 17 Anggota Dewan, Pengunjuk Rasa Sebut Ketua DPRD Jeneponto Menghilang, Takut Bedaknya Luntur

oleh -
Wakil ketua DPRD Jeneponto saat meneui para pengunjukrasa

CAKRAWALAINFO.id,JENEPONTO-Ratusan pengunjuk rasa ditemui 17 angggota DPRD Jeneponto, di pekarangan kantor DPRD Jeneponto,jalan Pahlawan Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan,Jumat,27 September 2019

Ratusan pengunjuk rasa diterima angggota DPRD di halaman Kantor DPRD sambil duduk sila diatas Paving Blok dibawah terik matahari berdialog dengan para pengunjuk rasa yang di kawal pihak keamanan.

Dalam dialog segit itu, 17 angggota DPRD Jeneponto yang menemui Pengunjuk rasa sepakat menolak revisi KUHP dan penetapan RUU KPK yang tidak pro terhadap rakyat.

“Kehadiran kami tidak mengurangi kekurangan sejumlah anggota DPRD, dan saya jamin 40 anggota DPRD Kabupaten Jeneponto untuk siap menandatangani kesepakatan menolak RUU KUHP dan menolak penetapan revisi undang-undang KPK yang tidak pro terhadap rakyat,”  Tegas Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Imam Taufiq

Kehadiran 17 angggota DPRD Jeneponto yang menemui Pengunjuk Rasa tidak menghilangkan kekecewaan  pengunjuk rasa, mereka mempertanyakan dimana 23 angggota DPRD Jeneponto lainnya.

Sejumlah Pengunjuk rasa mencari ketua DPRD Jeneponto, Hj Salmawati yang baru dilantik kemarin, 26 September 2019 menjadi ketua dan bahkan pengunjuk rasa berteiak menyebut Ketua DPRD Jeneponto tidak ikut menerima Pengunjuk Rasa karena takut berada ditengah terik matahari yang bisa melunturkan bedanya

“Legislator harus lebih maksimal dalam menerima aspirasi karena tentunya sudah kita ketahui bersama kalau angggota  DPRD  itu adalah wakil rakya, Dewan Perwakilan Rakyat jangan menghilang saat masyarakat menyuarakan Aspirasinya” tegas Ketua HMI Cabang Jeneponto Amrullah 

Ketua DPRD Jeneponto Hj Salmawatl Paris yang baru dilantik kemari menjadi Ketua DPRD Jeneponto diduga menghilang atau  kabur saat ratusan pengunjuk rasa longmars menuju kantor DPRD Jeneponto.

“Tadi beliau ada, dia terima tamu dari pesantren, tapi mungkin diajak tamunya makan diluar,” kata salah seorang staf kantor DPRD Jeneponto yang tidak ingin disebut identitasnya.

Penulis : Syamsuddin
Editor   : SR
© | CAKRAWALAINFO.id 2019