GAM Makassar Bentangkan Spanduk ‘Tolak Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Jika….

oleh -
GAM Makassar Bentangkan Spanduk 'Tolak Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Jika....
Aksi demonstrasi berlangsung Rabu (16/10/2019) |

CAKRAWALAINFO.id, MAKASSAR – Sebelumnya, Kapolda Sulsel telah menyatakan sikap agar aktivis Sulsel tak ada yang menggelar demonstrasi.

Itu terhitung sejak tanggal 16 Oktober hingga pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-Ma’ruf 20 Oktober 2019 nanti.

Meski begitu, Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar tetap menggelar aksi demonstrasi.

Bahkan mereka mengangkat isue dengan penolakan pelantikan Jokowi-Ma’ruf. Mereka membentangkan spanduk tersebut saat aksinya berlangsung.

Aksi yang terkonsolidasi ini tepat di persimpangan jalan AP Pettarani dan Jl Hertasning Makassar, Rabu (16/10/2019).

Ia juga menyandera mobil truck untuk dilakukan sebagai mimbar orasi untuj menyampaikan aspirasinya.

Mahasiswa menyampaikan orasinya menolak pelantikan presiden terpilih. Pasalnya, mereka menganggap segala polemik yang terjadi di Indonesia merupakan kegagalan total bagi Presiden Jokowi.

Selain itu, GAM juga menyayangkan pernyataan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, terkait pelarangan menyampaikan aspirasi di depan umum.

“Segala polemik yang terjadi di negara ini merupakan suatu kegagalan total bagi Presiden Jokowi sebagai komando tertinggi di bangsa ini.

Sikap Presiden yang terkesan lamban tidak lagi menjadi pemimpin ideal bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Yunus, jenderal lapangan GAM.

Buntut beberapa alasan Aktivis GAM ini menolak pelantikan Jokowi-Ma’ruf ternyata persoalan konflik Papua yang kian bergejolak.

Juga RUU KUHP yang tidak pro rakyat, pelemahan institusi KPK, dan kenaikan iuran BPJS, hingga penanganan unjuk rasa yang represif.

Yunus mengatakan, Jokowi layak dilantik kembali sebagai presiden jika mampu menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.

Seperti tampak tertulis di spanduknya, GAM menyatakan menolak pelantikan Jokowi jika:

1. Tidak menyelesaikan konflik di Papua
2. Tidak mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian
3. Tidak mencopot Wiranto sebagai Menko Polhukam
4. Tidak membatalkan RUU yang tidak pro rakyat
5. Tidak membubarkan BPJS.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

loading...