Dua Jembatan di Bantaeng Kembali Rusak dan Terancam Ambruk, Tanggung Jawab Siapa?

oleh -

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Dua Pembangunan Jembatan di Kabupaten Bantaeng sudah mulai rusak, dan terancam ambruk, diminta kepada yang terlibat pengerjaan pembangunan jembatan itu bertanggung jawab.

Dimana dua jembatan tersebut berada di jalan poros Sinoa perbatasan Desa Bonto Karaeng dan Desa Bonto Maccini, yang menghubungkan Kecamatan Uluere. Hal yang sama Jembatan Sungai Calendu – VI yang berada di kampung Kupanga Kelurahan Onto  yang menghubungkan Desa Bonto Bulaeng.

Diketahui proyek pekerjaan jembatan itu anggarannya bersumber dari APBD tingkat satu, dengan anggaran sebesar Rp 3.971.390.318.20.

Pelaksananya: CV HERLITA ABADI, selaku konsultan pengawas, PT THARANINDO CONSULTANT dengan nomor kontrak 602.2/2235/DBMBK, Nomor SPMK 602.2/2235.a/DBMBK.

Warga setempat mendesak Pelaksana atau pemborong agar segera memperbaikinya, di khawatirkan jembatan tersebut Ambruk, kata Warga kepada cakrawalainfo.id

Sementara Ikatan Pemuda Peduli Rakyat DPC IPP-RI Kabupaten Bantaeng dan Kelompok Informasih Masyarakat KIM, dihadapan cakrawalainfo.id pada minggu 20/4/2020, mempertanyakan keberadaan 2 pembangunan jembatan yang diduga asal- asalan.

Terbukti dua jembatan tersebut yang dikerja dalam waktu bersamaan, tembok jembatan sudah mulai retak-retak padahal usia jembatan masih seumur jagung. Warga khawatir jika jembatan kembali rusak tentunya tak bisa digunakan dalam jangka waktu lama dan kembali mengganggu aktifitas roda perekonomian masyarakat, ungkapnya.

“Jembatan berstatus jalan penghubung Kecamatan itu kini mulai rusak. Padahal jembatan tersebut baru dibangun beberapa bulan lalu, sebelumnya sempat ‘putus’. Roda perekonomian warga sempat terganggu cukup lama,” papar Bung Maldo, salah satu Angota DPC IPPRI, minggu (19/04/2020).
Kepada awak media, tokoh yang satu ini menyayangkan jembatan kembali rusak dan menduga pembangunan jembatan sepertinya tak sesuai bestek.

Buktinya kontruksi dan Aspal mulai retank dan membelah, Sayap jembatan juga retak dan nyaris rusak parah.

“Kami minta pihak pemborong segera dipanggil oleh pihak yang berwenang untuk klarifikasi, Jalan tersebut dulu pernah saya soroti karna sayap jembatan mulai retak dan timbunanya memakai batu koral yang seharusnya batu pecah ukurang 5 cm, timbunanya setiap 20 cm tingi dan tebalnya harusnya dipadatkan tapi ini tidak, Rogga air pun sebagian pake pipa dan sebagian pake bambu”Ungkap Maldo

Dalam proses pengerjaan Jembatan diatas sempat viral di mensos, dan menuai kecaman, pasalnya dalam proses pemindahan tiang listrik yang berada di badan jalan dinilai lambang dan saling lempar tanggumg jawab antara pihak kontraktor dan PT.PLN Rayon Bantaeng waktu lalu.

Hal yang sama juga di ungkapkan ketua KIM Abdul Maris, kondisi serupa juga terjadi di jembatan Sungai Calendu VI di kampung Kupanga Kelurahan Onto yang baru saja selesai dikerjakan oleh PT. Cahaya Seppang Bulukumba.

Menurut pengamatan Maris, terdapat dua indikasi yang mengakibatkan kerusakan jembatan itu.
Pertama, pengerjaan yang tidak maksimal dan kualitas pembuatan sayap jembatan sangat jelek.

Kami harap Pejabat berwenang dinas PUPR Kabupaten Bantaeng harus memanggil pemborong dan aparat terkait di lingkup pemerintahan Kabupaten Bantaeng. Atau pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera meninjau lokasi.

Setelah itu baru memanggil kontraktor selaku pelaksana pengerjaan proyek jembatan tersebut untuk melakukan perbaikan” pungkasnya

Penulis : Supriadi Awing