Dituduh Memperkosa, Oknum Pegawai Bank BUMN Laporkan Balik NR ke Polda Sulsel

  • Whatsapp
Bukti percakapan via aplikasi WhatsApp yang berisi tentang rencana AD dan SA untuk bertemu NR di THM. (Istimewa)

MAKASSAR — Dua  oknum pegawai Bank di Kabupaten Pangkep, AD bersama rekannya SA, memberi bantahan terhadap laporan seorang wanita berinisial NR yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan.

Oknum pegawai Bank plat merah itu mengaku bahwa dirinya tidak memperkosa namun membayar sang wanita sesuai tarif yang diminta.

NR melaporkan sang oknum ke Polda Sulsel dengan tuduhan pemerkosaan. Sebaliknya akibat tidak terima tuduhan tersebut, oknum pegawai Bank melapor ke Polda Sulsel dengan perkara pencemaran nama baik.

Informasinya, peristiwa itu  terjadi di Kota Makassar pada tanggal 13 Juli 2021 malam, jelang pergantian tanggal 13 ke 14, pukul 24.00 Wita  di Hotel Gammara Tanjung Bunga Kota Makassar.

Sebelumnya, NR menyebutkan dirinya dan mengaku di salah satu   dirinya telah di perkosa oleh kedua oknum Pegawai bank di Kabupaten Pangkep, yakni AD dan SA.

Namun, hal tersebut dibantah AD, salah seorang oknum pegawai Bank tersebut.

“Bagaimana bisa saya perkosa, sementara dia pasang tarif, saya bayar dia (NR), bisa dicek langsung bukti transfer saya, sambil memperlihatkan selebaran bukti transfer tersebut dan saya juga punya bukti chat,” ujar AD saat menggelar konferensi pers di warkop Shiniki Pangkep, Selasa (27/7/2021)

Ia sangat menyayangkan tuduhan yang tidak mendasar kepada dirinya tersebut, bahkan AD telah melaporkan ke Mapolda Sulsel dengan dugaan pencemaran nama baik.

“Sudah saya lapor balik ke Polda Sulsel, dengan perkara pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE,” katanya.

AD menyebutkan, ia sangat menyayangkan pemberitaan di salah satu media online terhadap diri dan rekannya SA.

SA juga membantah jika dirinya terlibat dalam tuduhan tersebut.

“Saya ini sahabat dengan AD, saya hanya mengantar dan menemani AD, selebihnya tidak ada, bahkan saya tidak mengenal wanita yang disebut,” ujar SA.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita berinisial N 22 tahun diduga telah jadi korban pemerkosaan secara bergilir oleh dua oknum karyawan salah satu bank plat merah Cabang Pangkep.

Kasus ini terkuak usai N melaporkan kejadian itu ke Polda Sulsel. N menyebut pemerkosaan itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Pantai Losari, Makassar, pada awal bulan Juli lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan membenarkan perihal pelaporan N tersebut. Kata dia pihaknya sementara mendalami kejadian dugaan pemerkosaan itu.

“Untuk sementara saya hanya bisa membenarkan atas kejadian itu. Jadi saat ini korban sudah melapor ke Polda,” ungkap Zulpan kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Zulpan menyebut, pihaknya masih mendalami terkait terduga pelaku tersebut. Zulpan juga belum mau berspekulasi terlalu jauh.

“Adapun yang terlapor kami sementara dalami dulu. Yang jelas betul ada pengaduan itu ke Polda, tapi saya belum sampaikan secara detil itu. Nanti saya minta data lengkapnya. Sekarang masih (berproses) di Krimum,” katanya.

Sementara itu, korban N menyebut insiden pemerkosaan tersebut terjadi pada Selasa (13/7/2021) malam. N mengaku tak sadarkan diri saat kejadian.

“Iya tanggal 13 Juli pergantian ke 14 itu hari kejadiannya kemarin itu di Hotel Gammara,” tutur N.

Usai kejadian tersebut, kata N, dia sempat mendatangi terlapor di Kabupaten Pangkep. Terlapor disebutnya mengakui perbuatan pemerkosaan tersebut kepada korban.

“Tanggal 15 saya ke Pangkep konfirmasi langsung sama pelaku dan ada bukti rekamannya dia mengaku. Tapi saya tidak terima,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, N mengaku sudah memiliki surat visum dan langsung melaporkan oknum karyawan bank tersebut ke Polda Sulsel pada Selasa (20/3/2021). “Iya ada (surat visum),” terang N.(*)

 

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *