Di Gowa, Seorang Kakak Aniaya Adiknya, Begini Kronologis dan Faktanya!

oleh -
Di Gowa, Seorang Kakak Aniaya Adiknya, Begini Kronologis dan Faktanya!
Bundu daeng Beta, pelaku aniaya terhadap adik kandungnya

CAKRAWALAINFO.id, GOWA Pria berusia 70 tahun tega aniaya adik kandungnya dengan cara memarangi korbannya, ia adalah Patiha Daeng Puji (60).

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan mengatakan, insiden penganiayaan ini terjadi di Dusun Bontobila, Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

“Itu benar, dengan didasari laporan No. 31 SPK Polsek Barombong, 15 Septermber 2019 tentang penganiyaan, peristiwa penganiayaan itu terjadi sekira pada pukul 16.00 wita, Minggu (15/09) kemarin,” kata dia dikonfirmasi Cakrawalainfo.id, Senin (16/09/2019).

 

Baca juga : Puluhan Kaliber Terbungkus Plastik Gegerkan Warga Gowa

 

Korban aniaya, Patiha Daeng Puji merupakan seorang pekerja Ibu Rumah Tangga (IRT).

“Pemicu terjadinya ini saat korban, mencabur rumput di depan halaman rumahnya, ia ditegur, karena merasa membuang sampah secara semabarangan,” tutur Tambunan.

Korban aniaya itu lalu melontarkan percakapan yang tak elok didengar pelaku, menurutnya, pelaku di kata-katai bahasa kotor dengan menggunakan bahasa Makassar ‘Angngapai Kon****, ka bukanji jalanmu’.

Usai melontarkan perkataan, korban kembali mengambil bambu yang digunakan sebelumnya bekerja, dan memukul pelaku sebanyak dua kali di bagian paha.

“Karena tidak terima dipukul oleh korban, pelaku emosi kemudian mengambil parang yanga ada di sebuah gerobak, kemudian memarangi korban sebanyak tiga kali, dan mengenai bagian kepala, punggung sebelah kiri dan telinga,” terang Tambunan.

Usai menganiayaa korbannya, pelaku bernama Bundu Daeng Beta (70) kembali ke rumah miliknya, ia bertetangga dengan korban yang diperkiran jarak kediamannya sejauh 50 meter.

 

Baca juga : Dampak Kebakaran TPA Sampah Tamangapa, Kabut Asap Selimuti Gowa

 

Sejumlah barang bukti kini telah diamankan pihak kepolisian, seperti, satu bilah parang berukuran panjang, dan satu buah potong bambu.

“Personel lakukan olah TKP, korban juga dilarikan ke Puskesmas Moncobalang guna dilakukan Visum Et Refertum (VER). Karena kondisi korban menurun, ia lalu di rujuk ke RS UIT Makassar, korban masih mendapati perawatan medik” tambahnya.

Akibat penganiyaan ini, pelaku diancam pidana hukuman lima tahun penjar dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019