Anggota Satpol PP Bantaeng Tega Perkosa Adik Iparnya Yang Masih Berusia 7 Tahun

  • Whatsapp
Pelaku berinisial SS (21), saat diamankan polisi di Mapolres Bantaeng.

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG — Entah setan apa yang menghilangkan akal sehat pria berinisial SS (21), warga asal Bontorita, Kabupaten Bantaeng, hingga tega menyetubuhi bocah yang masih berusia 7 tahun yang berinisial NR.

Diketahui, Korban, NR sendiri tidak lain merupakan adik ipar dari pelaku SS atau NR merupakan adik kandung dari istri SS.

Bacaan Lainnya

SS yang juga merupakan anggota Satuan Polisi Pamom Praja (Satpol PP) kini menyesal telah berbuat asusila terhadap bocah tersebut.

Namun, penyesalan oknum anggota Satpol-PP ini tidak mampu meluluhkan proses hukum yang tengah dijalaninya.

Paur Humas Polres Bantaeng, Aiptu Sandri mengatakan, “tersangka melakukan persetubuhan terhadap NR siswa Sekolah Dasar (SD) di Bantaeng. Kejadian itu terjadi di Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Kamis, (24/12/2020) sekira pukul 15.30 WITA,” ujarnya.

Sandri juga bercerita, kejadian ini bermula saat korban selalu menginap di rumah kakaknya berinisial HP di Kecamatan Bisappu. Aksi bejat SS terkuak setelah korban melaporkan apa yang dialaminya ke kakaknya.

Korban NR mengatakan kepada kakaknya bahwa dirinya telah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku SS,” ujar AIPTU Sandri dalam keterangan tertulis, Jum’at, (25/12/2020).

Mengetahui adik kandungnya disetubuhi oleh suaminya sendiri, korban kemudian dibawa oleh kakaknya menuju rumah sakit setempat untuk dilakukan perawat medis.

Pada Jum’at (25/12/2020) sekira pukup 01.30 WITA, polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku tengah berada di kediamannya, dengan sigap pihak kepolisian Bantaeng langsung mendatangi dan menangkap pelaku.

Pelaku sementara berada di rumah tersebut, selanjutnya pelaku diamankan di Polres Bantaeng,” ungkapnya.

Saat pelaku diamankan, polisi mendapatkan sebilah sajam jenis taji di badan pelaku. Pelaku kemudian mengakui perbuatannya.

Pada saat dilakukan interogasi dan pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya,” pungkasnya.

 

Penulis: Akbar Razak | • Editor : Nawir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *