Aliran Sesat Tajul Khalwatiyah Gowa, Puang La’lang Lantik Dirinya Sebagai Rasul

thumbnail

CAKRAWALAINFO.id, GOWA – Polisi telah menetapkan mahaguru atau pimpinan Tajul Khalwatiyah Syech Yusuf Gowa, Puang La’lang sebagai tersangka.

Puang La’lang yang disebut mahaguru oleh para pengikutnya itu ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukan investigasi dari MUI Gowa dan penyilidikan langsung oleh Polres Gowa.

Polisi juga menyita ratusan karikatur dan MUI Gowa menyita 21 barang bukti yang menguatkan agama yang dianutnya itu aliran sesat.

“Memang berawal dari keresahan masyarakat, kita telah bekukan di Kesbang tentang permsalahan yang muncul di lapangan, bahkan sebelumnya ada beberapa daerah yang melaporkan,” kata unsur Ketua MUI Gowa Ahmad Muhajir. Rabu (6/11/2019).

Ahmad Muhajir yang juga selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjelaskan, sebelumnya laporan dari luar daerah juga telah menyampaikan kabara tersebut.

“Itu dilaporkan mulai dari Kabupaten Selayar, Luwu Timur, itu dalam pertemuan Kesbang se-Sulawesi Selatan, kemudian kita tindak lanjuti di Kesbang Kabupaten Gowa. Karena kan itu sumbernya dari Gowa,” ujar dia.

Menurutnya, ada beberapa hal yang memang meresahkan masyarakat. Bahkan mereka juga telah melakukan pertemuan sebanyk 12 kali.

“Di MUI, itu kita lakukan 12 kali pertemuan membicarakan refrensi agama Puang La’lang yang sampai menyesatkan itu. Itu dia meyakini Kitabula selain Al-Qur’an,” ungkapnya.

Kitabula tersebut itu, Puang La’lang mengaku didapatkan Syech Yusuf dari Nabi Muhammad SWT. Dan Kitabula yang dikesampingkan Puang La’lang itu mengaku telah diajarkan langsung dari Syech Yusuf.

“Kitabula itu didapati dari dalam kerandanya Syech Yusuf diterima dari salah seorang raja Gowa, tapi itu tidak dijelaskan. Jadi dia sudah percaya Kitabula, Al-Qur’an sudah dikesampingkan, dan mengaku sudah tidak ada kebenarannya,” jelasnya.

Yang kedua itu, lanjut Ahmad, Puang La’lang ini sudah menganggap dirinya sebagai Mahaguru. Ia mengaku dilantik pada tanggal 9 September 1999.

“Itu melantik dirinya sebagai mahaguru, bahwa menjadi mahaguru sudah tidak ada lagi guru di atasnya, di refrensi-refrensinya itu dia prediksi negara-negara yang punya tulisan itu harus ada semacam mahaguru yaitu rasul, yang dia sebut itu Arab, China Jepang, India, Jawa, Bugis dan Makassar. Dia sebut dirinya itu sebagai Rasul di Makassar,” imbuh dia.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor   : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

Back To Top