17 Pelajar di Gowa Dirazia Polisi, Nama Pelajar Masuk Pelanggar Hukum di SKCK

oleh -
17 Pelajar di Gowa Dirazia Polisi, Nama Pelajar Masuk Pelanggar Hukum di SKCK
17 Pelajar di Gowa Dirazia Polisi, Nama Pelajar Masuk Pelanggar Hukum di SKCK

CAKRAWALAINFO.id, GOWA — Sejumlah pelajar SMA asal Kabupaten Gowa terjaring razia oleh Sat Intel Polres Gowa saat hendak mengikuti aksi besar-besaran beberapa hari lalu di Plyover Makassar.

Hal itu dibuktikan dengan dilakukan kini pemeriksaan terhadap para pelajar tersebut, mulai dari identitas dirinya hingga maksud dan tujuannya mereka ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa itu.

 

Baca juga : Angggota DPR RI Resmi Dilantik,Lora Fadil Didampingi 3 Istrinya

“Hari ini kita lakukan pemeriksaan kepada para pelajar yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Fly Over Kota Makassar beberapa waktu lalu,” terang Kasat Intelkam Polres Gowa Akp A Mahdinpat saat dikonfirmasi, Senin (30/09) lalu.

Kasat Intel menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan terhadap 17 pelajar SMA asal Kabupaten Gowa yang ingin ikut melakukan aksi unjuk rasa di Fly Over Kota Makassar.

“Ada 17 pelajar yang kita periksa. 10 orang dari SMA Negeri 1 Gowa, sedangkan 7 orang lainnya dari SMA Batara Gowa,” ujar Akp A Mahdinpat.

Dari hasil pemeriksaan, para pelajar yang masih berusia kisaran 16-17 tahun ini mengaku berada di Fly Over Kota Makassar atas dasar inisiatif sendiri.

“Mereka berinisiatif sendiri karena melihat status instagram temannya tentang rencana aksi demonstrasi di DPRD Provinsi, serta ada pula ajakan dari temannya dari sekolah lain,” kata Kasat Intel Polres Gowa.

Sementara itu, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap para pelajar tersebut.

Dengan memasukkan nama-nama mereka dalam Sistem Catatan Kepolisian.

“Apa yang telah dilakukan para pelajar ini merupakan sebuah pelanggaran, khususnya dalam UU No. 9 Tahun 1998, maka dari itu, kami akan memasukkan nama-nama mereka.

Dalam Sistem Catatan Kepolisian, sehingga nantinya mereka tidak akan dapat menerima SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

 

Baca juga : Tidak Diperhatikan Pemkab, Pemain Persijo Makan Dari Uluran Tangan Warga Pinrang

 

Mengingat SKCK adalah produk negara mengenai riwayat tindakan kriminal yang diperlukan setiap orang untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan,” jelas Akbp Shinto Silitonga.

Kapolres berharap, kepada sejumlah pelajar yang telah diperiksa itu khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Gowa.

Agar tidak mudah terhasut dan terprovokasi atas isu-isu yang berkembang untuk turut ikut aksi unjuk rasa.

“Tugas pelajar adalah untuk belajar agar dapat menggapai cita-cita setinggi-tingginya, bukan untuk ikut-ikutan aksi unjuk rasa,” tutur Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga.

Kini nama-nama ke 17 pelajar ini telah dimasukkan ke dalam sistem catatan kepolisian.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019