17 Agustus di Gunung Rinjani Sepi Pendaki

oleh -
Gunung Rinjani
(Dok Istimewa) | rombongan Gipalaseta saat ke Gunung Semeru.

CAKRAWALAINFO.id, MALANG – Gunung Rinjani atau dikenal Gunung Semeru tak lazim lagi terdengar, dengan panorama sunset dan sunrisenya memanjakan para pendaki.

Pada momentum 17 Agustus untuk pendaki di Indonesia adalah waktu yang tepat melakukan pendakian dan upacara bendera di puncak gunung. Tapi, tidak di Rinjani.

17 Agustus kemarin dikabarkan Gunung Rinjani sepi dari kunjungan pendaki. Tercatat hanya berjumlah 391 orang yang melakukan pendakian dari semua pintu masuk yang ada.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono mencatat sejak tanggal 15-17 Agustus jumlah pengunjung yang melakukan pendakian sebanyak 391 orang. Di 172 172 orang asing dan 219 orang lokal.

Jumlah tersebut ditambahkan dari empat pintu masuk yang ada di Rinjani seperti di pintu masuk melalui Senaru, menerima 180 orang yang terdiri dari 163 orang asing dan 17 orang lokal. Dari via Sembalun, 85 orang dengan 78 orang lokal dan 7 orang asing.

Sementara melalui Berkik tidak dicatatkan orang lain melakukan pendakian, hanya menerima orang lokal sebanyak 14 orang. Di pintu Timbabuh, diserahkan 2 orang asing dan 110 orang lokal.

“Di puncak Rinjani masih tutup, tapi untuk upacara dilakukan di pos 2 Sembalun dan Plawangan Senaru dan Timbanuh,” ungkapnya, Senin (19/08/2019). dilansir detikcom.

Sepinya pengujung di Gunung Rinjani disebabkan masih belum maksimalnya pembukaan pasca ditutup akibat gempa tahun 2018 lalu. Di momentum 17 Agustus ini, pintu masuk yang paling ramai hanya ada di Senaru.

“Hanya di Senaru yang ramai karena Sembalun pendakian belum ke puncak dan segara anak,” katanya.

Editor : Ikram Fairuz
© | CAKRAWALAINFO.id 2019